Minggu, 5 Desember 21

Warga Pesisir Wajib Pelihara Pohon Mangrove

Warga Pesisir Wajib Pelihara Pohon Mangrove

Pontianak, Obsssionnews – Hutan mangrove atau dikenal dengan istilah tidal forest, coastal, woodland atau hutan bakau. Hutan mangrove dapat didefinisikan sebagai tipe ekosistem hutan yang tumbuh di daerah batas pasang-surutnya air. Tepatnya di daerah pesisir pantai dan sekitar muara sungai, potensi dan sebarannya paling banyak dijumpai di beberapa daerah pesisir Kalimantan Barat (Kalbar).

Hutan mangrove memiliki fungsi dan manfaat yang sangat penting bagi ekosistem hutan, air, dan alam sekitarnya. Secara fisik hutan mangrove berfungsi sebagai penahan abrasi pantai, menyerap air laut, penahan angin, menurunkan kandungan gas karbon dioksida (CO2) di udara dan bahan-bahan pencemar rawa pantai. Secara biologi, hutan mangrove berfungsi dan bermanfaat sebagai sumber pakan organik konsumen pertama. Selanjutnya menjadi sumber makanan bagi konsumen di atasnya. Kemudian siklus rantai makanan dalam suatu ekosistem tempat hidup satwa liar.

Di Kalbar sendiri hutan mangrove memiliki luas total ± 472.385,80 hektare. Tersebar di Kabupaten Sambas dan Bengkayang 183.777,68 hektare atau 38,9 persen, Kemudian Kabupaten Pontianak dan Kubu Raya 178.845,14 hektare atau 37,86 persen, Kabupaten Ketapang serta Kabupaten Kayong Utara seluas 109.742,98 hektare atau 23,24 persen, Ucap DR. Ir. H. Darmawan. M.Sc kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Kepada obsessionnews.com sabtu (11/04).

“Dari luas ± 472.385,80 hektare, sekitar 44,36 persen hutan mangrove telah mengalami kerusakan dan Kabupaten Mempawah dan Kubu Raya penyumbang terbesar kerusakan hutan mangrove tersebut sebesar 80,76 persen” Tambahnya

Menurutnya, pemerintah harus mengambil beberapa langkah dalam upaya penyelamatan hutan mangrove tersebut dengan melakukan beberapa gerakan lingkungan dalam rangka menyelamatkan kelestarian kawasan pesisir. Gerakan penanama tersebut dengan melibatkan beberapa pihak seperti tentara, masyarakat, pemuda dan pelajar. Paparnya

“Sebanyak 10.000 ribu pohon ditanam setiap tahunnya, tiap kabupaten di Kalbar diharuskan untuk melakukan penanaman hutan mangrove, dengan tujuan menjaga kelestarian lingkungan”, Jelasnya

Secara terpisah, Iwan Supardi Kepala desa Bakau Besar Laut Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat (Kalbar) mengatakan telah melakukan pengawasan ketat terhadap pohon mangrove yang tumbuh di sekitar pesisir pantai wilayahnya.

Setiap masyarakat pesisir dianjurkan untuk melakukan penanaman bibit pohon mangrove, guna mendorong penanggulangan krisis pohon mangrove, khususnya di Kabupaten Mempawah. Ucapnya kepada obsessionnews.com Sabtu (11/04)

“Warga di desa bakau besar laut pada khususnya dan masyarakat yang berada di daerah pesisir Kabupaten Mempawah diharuskan untuk menanam pohon mangrove sebanyak 20 batang pohon mangrove” terangnya kepada obsessionnews.com.

Menurut Iwan sapaan akrabnya, wilayah Bakau besar laut merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Mempawah yang sudah berkurang pohon mangrove. Hal ini diakibatkan dari aktifitas warga masyarakat yang terus menebang pohon mangrove untuk dijadikan lahan usaha seperti pembangunan keramba ikan, peternakan ayam dan lainnya.

“Bagi masyarakat yang merusak keberadaan hutan pohon mangrove, akan diberi sanksi dengan menanam kembali 50-100 batang pohon mangrove dan menjaganya agar tetap asri” tandasnya. (Saufi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.