Rabu, 22 September 21

Warga Padati Tempat Pemandian Balimau Sambut Ramadhan

Warga Padati Tempat Pemandian Balimau Sambut Ramadhan

Padang, Obsessionnews – Meski tradisi ‘balimau’ mensucikan diri dalam Islam tidak ada, dalam menyambut bulan suci Ramadhan, warga tetap menunggu kegiatan itu sebagaimana berlangsung seperti tahun-tahun sebelumnya.

Tradisi balimau, sebagaimana marak di Sumatera Barat (Sumbar), dianggap sudah sakral yang dilakukan sehari sebelum puasa dilaksanakan, pada sore hari. Warga yang melaksanakan tradisi itu, sudah mulai mempersiapkan diri sejak pukul 16:00 WIB hingga menjelang matahari terbenam.

Tradisi balimau dengan mandi-mandi di tempat pemandian wisata, pantai dan lubuk, menjadi primadona untuk dikunjungi. Daerah aliran sungai Banjir Kanal Lubuk Minturun, Kota Padang misalnya, ramai dikunjungi warga untuk mandi balimau dengan maksud ‘mensucikan’ diri dalam menyambut Ramadhan.

Balimau2

Warga memadati kawasan objek wisata itu. Semua kalangan, tanpa memandang jenis usia, baik anak-anak, remaja dan dewasa, mandi menyambut Ramadhan. Tradisi itu sudah ditunggu dan seakan tidak boleh untuk ditinggalkan.

Sepanjang warga melaksanakan mandi balimau, dijaga oleh aparat kepolisian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti antisipasi warga yang hanyut.

Pengamanan selama warga melaksanakan mandi balimau, terdiri dari personil gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD dan Pemadam Kebakaran serta Basarnas Padang dan Bankom Rapi.

Personil gabungan disiagakan di 24 lokasi pemandian yang ada di Kota Padang, antara lain, Lubuk Minturun, Lubuk Paraku, Pasir Jambak, Pantai Air Manis dan Pantai Padang serta Cimpago, Pantai Purus.

Balimau3

Personil kepolisian dari lalu lintas juga siaga untuk mengatur lalu lintas menuju tempat objek-objek wisata, karena terjadi peningkatan kedarAn dari hari normal.

Di kawasan Lubuk Minturun misalnya, arus lalu lintas terganggu baik dari arah Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Kabupaten Padang Pariaman menuju Pelabuhan Teluk Bayur dan sebaliknya. Bahkan kendaraan dari arah objek wisata Lubuk Minturun padat merayap bahkan tidak bisa bergerak, karena penuh, baik warga yang berjalan kaki, maupun kendaraan.

Fenomena inilah yang ditunggu masyarakat, sehingga terlihat lebih semarak, utamanya di tempat-tempat pemandian wisata untuk mandi balimau atau mensucikan diri dalam menyambut Ramadhan. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.