Senin, 24 Februari 20

Warga Merasa Nyaman Tinggal di Rusun, Karena Berfasilitas Lengkap

Warga Merasa Nyaman Tinggal di Rusun, Karena Berfasilitas Lengkap
* Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meresmikan selesainya pembangunan empat rumah susun (rusun) di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Kamis (13/2/2020). Peresmian empat rusun tersebut dipusatkan di Rusun Seminari Menengah Santo Yohanes Maria Vianney Keuskupan Sintang. (Foto: Kementerian PUPR)

Sintang, Obsessionnews.com – Pemerintah memiliki kepedulian yang tinggi pada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Salah satu kepedulian tersebut diwujudkan dalam bentuk pembangunan rumah susun (rusun). Rusun dapat memperbaiki taraf kehidupan MBR.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bersama Ketua Komisi V DPR RI Lasarus meresmikan selesainya pembangunan empat rusun di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Kamis (13/2/2020). Rusun yang diresmikan yakni Rusun Seminari Menengah Santo Yohanes Maria Vianney Keuskupan Sintang, Rusun Yayasan Kabar Senang Sekolah Tinggi Teologia (STT) Immanuel Sintang, Rusun Rumah Sakit Rujukan Ade Moch Djoen, dan Rusun Ponpes Agropolitan Nurul Ma’arif.

Peresmian empat rusun tersebut dipusatkan di Rusun Seminari Menengah Santo Yohanes Maria Vianney Keuskupan Sintang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita Basuki. Hadir pada kesempatan tersebut Dirjen Penyediaan Perumahan Khalawi A. Hamid, Dirjen Bina Marga Sugiyartanto, Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja, Bupati Sintang Jarot Winarno, serta Uskup Sintang Samuel Oton Sidin.

“Kebijakan pemerintah saat ini tetap fokus pada pembangunan infrastruktur, sebagai langkah yang ditempuh untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas SDM, termasuk di bidang Perumahan,” kata Basuki dalam sambutannya.

Dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis Kementerian PUPR, Jumat (14/2), dalam kesempatan itu Basuki mengatakan, dengan pembangunan empat rusun dapat memperlancar kegiatan belajar mengajar, meningkatkan semangat belajar dan semangat bekerja, serta membentuk mental hidup bersama untuk menciptakan lingkungan yang berbudaya, beradab, dan menjunjung tinggi nilai moral. Sehingga memberikan kontribusi positif bagi pencapaian misi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membangun SDM unggul menuju Indonesia maju.

Sementara itu Ketua DPR Komisi V Lasarus mengatakan, Rusun Seminari Santo Yohanes Maria Vianney Keuskupan Sintang ini dibangun karena keterbatasan prasarana dan sarana dari Seminari. Kondisi ini berat bagi mereka, sehingga tidak heran bila sebelumnya hanya sedikit yang menjadi imam pastor.

Di tempat yang sama Bupati Sintang Jarot Winarno mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PUPR yang telah mengalokasikan pembangunan rusun dan berbagai infrastruktur lainnya di Kabupaten Sintang.

“Semua ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir,” ujar Jarot.

Rusun Seminari Menengah Santo Yohanes Maria Vianney Keuskupan Sintang berlokasi di Jalan Teluk Menyurai Kecamatan Sintang dikerjakan oleh kontraktor PT Bumi Aceh Citra Persada dengan anggaran sebesar Rp 13 miliar dari APBN TA. 2019. Rusun ini terdiri dari 2 lantai tipe 24 dengan total 42 unit dapat menampung 168 mahasiswa.

Kedua, Rusun STT Imanuel Sintang berlokasi di Jl. Raya Sintang – Tebelian, Kompleks. Perkantoran,
Kabupaten Sintang tersebut
dikerjakan kontraktor PT Arlinda Budiman Sejahtera dengan anggaran Rp 12,9 miliar dari APBN TA 2019. Rusun terdiri dari 2 lantai tipe 24 dengan total 42 unit dapat menampung 168 mahasiswa.

Ketiga, Rusun Rumah Sakit Rujukan Ade Moch Djoen berlokasi di jalan Oevang Oeray Kabupaten Sintang dikerjakan PT Teguh Karya Sejati dengan anggaran Rp12,3 miliar dari APBN TA 2018. Rusun terdiri dari 3 lantai Tipe 36 dengan total 42 unit untuk memberikan tempat tinggal bagi tenaga medis dan rumah singgah keluarga pasien.

Keempat, Rusun Ponpes Agropolitan Nurul Ma’arif berlokasi di jalan Raya Sintang – Tebelian KM 10 Kabupaten Sintang terdiri atas 3 lantai Tipe 36 Barak dengan jumlah 12 unit dan dibangun pada TA 2017 dengan biaya Rp 9,6 miliar. Ponpes ini dikerjakan kontraktor PT Teguh Karya Sejati.

Selain fisik bangunan beserta utilitasnya, Kementerian PUPR melalui Ditjen Penyediaan Perumahan memberikan fasilitas pendukung berupa tempat tidur susun dan lemari pakaian serta sambungan listrik dan air bersih, serta PSU sehingga seluruh telah siap untuk dimanfaatkan.

Dionisius Barai Putra salah seorang warga yang menghuni Rusun Seminari Menengah Santo Yohanes Maria Vianney Keuskupan Sintang kelas 3 SMA mengatakan, dibangunnya rusun ini sangat bermanfaat sekali.

“Kami merasa senang dan nyaman tinggal di rusun ini karena dilengkapi fasilitas yang lengkap untuk belajar seperti tempat tidur, meja belajar juga toilet di dalam kamar,” tuturnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.