Selasa, 26 Oktober 21

Warga Korban Banjir Kesulitan Dapatkan Air Bersih

Warga Korban Banjir Kesulitan Dapatkan Air Bersih
* Warga korban banjir di Padang, Sumatera Barat.

Padang, Obsessionnews – Banjir yang diakibatkan hujan lebat yang terjadi Senin (21/3) malam, menyebabkan warga korban banjir di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), kesulitan mendapatkan air bersih. Distribusi air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terhenti akibat intake (kolom penampungan air) milik PDAM Padang rusak.

Akibat kerusakan, terdapat 35.000 kepala keluarga (KK) korban banjir kesulitan mendapatkan air bersih.
Warga korban banjir yang kesulitan mendapatkan air bersih berada di Kecamatan Koto Tangah, padahal warga sangat membutuhkannya untuk keperluan memasak, minum, mandi dan untuk mencuci pakaian.

Direktur Bidang Teknik PDAM Padang, Andri Satria mengakui, PDAM Padang belum bisa mensuplai air bersih kepada 35.000 pelanggan di Kecamatan Koto Tangah, karena intake atau kolom penampungan air milik PDAM rusak yang berada di Latung dan Tanah Taban Lubuk Minturun mengalami kerusakan.

“Kerusakan pipa penampungan air itu akibat diterjang banjir dan longsor saat hujan lebat terjadi pada Senin malam,” kata Andri saat berada di lokasi, Kamis (24/3/2016).

Sementara itu, salah seorang warga korban banjir di Kampung Jambak, Kecamatan Koto Tangah, Junaidi mengaku kesulitan mendapatkan air bersih. Distribusi air milik PDAM terhenti sejak Senin (21/3) saat banjir terjadi.

Tiga hari pasca banjir warga masih sibuk membersihkan rumah dari sisa lumpur yang masuk ke dalam rumah saat banjir terjadi. Warga korban banjir di Kampung Jambak sendiri. Masih sibuk membersihkan rumah.

Seluruh perlatan rumah tangga basah. Cuaca cerah dengan terik matahari menjadi kesempatan bagi warga untuk menjemur kasus, kursi, karpet, tikar dan pakaian.

Junaidi mengakui, banjir kali ini adalah yang paling terparah sepanjang banjir pernah terjadi. Banjir yang terjadi Senin malam, datang secara tiba-tiba ditengah hujan lebat, sehingga tidak sempat menyelamatkan harta benda, alat elektronik dan dokumen penting. Banjir di kawasan itu ada yang mencapai hingga setinggi leher orang dewasa. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.