Kamis, 24 Juni 21

Warga Kebumen Jadi Korban Penipuan Jual Beli Beras Belasan Ton

Warga Kebumen Jadi Korban Penipuan Jual Beli Beras Belasan Ton
* Tersangka penipuan penggelapan beras Edi Rianto. (Foto: Humas Polres)

Jakarta, Obsessionnews.com – Seorang warga Desa Kalitengah, Kecamatan Gombong, Kebumen, Jawa Tengah bernama Andri Yuvianto (35) menjadi korban kasus penipuan jual beli beras yang dilakukan seorang residivis bernama Edi Rianto.

Ia merasa tertipu setelah beras miliknya yang dijual ke Edi alias Gering (40) warga Desa Kalitengah, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara tidak dibayar dan digelapkan dalam sebuah rumah kontrakan. Tak tanggung-tanggung jumlahya mencapai belasan ton.

Beruntung tersangka berhasik dibekuk petugas.

“Tersangka merupakan residivis dan pernah masuk penjara tahun 2018 dengan kasus yang sama. Sekarang melakukan penipuan beras 11 ton yang korbannya warga Gombong Kebumen dengan total kerugian sekitar Rp 77 juta,” ungkap Kapolsek Gombong AKP Willy Budiyanto saat menggelar pers rilis di Mapolres Kebumen, Selasa (8/6/2021).

Willy menjelaskan, sebelum melancarkan aksinya, tersangka menggunakan modus bayar kontan untuk pembelian pertama hingga ketiga. Bahkan, untuk meyakinkan korban, tersangka datang bersama seorang perempuan dan anak agar korban menganggapnya sebagai istri dan anak tersangka meskipun hanya teman.

Setelah bisa meyakinkan korban, kemudian tersangka memesan beras kembali seberat 11 ton dengan hanya dibayar DP sebesar RP 3,5 juta. Semua beras yang telah dibeli sebelumnya, termasuk pesanan terakhir seberat 11 ton disimpan di sebuah rumah kontrakan di Pemalang Jawa Tengah yang diakui tersangka sebagai rumahnya.

Namun, setelah pesanan terakhir diantarkan oleh korban, tersangka pun menghilang. Setelah dicek di rumah kontrakan tersangka, ternyata semua beras juga sudah tidak ada. Merasa ditipu, korban pun akhirnya melapor kepada polisi hingga akhirnya tersangka berhasil dibekuk di wilayah Gombong pada akhir April lalu.

“Pembelian pertama 3 kuintal kemudian 2 ton dan 1,5 ton dibayar kontan. Namun pemesanan berikutnya 11 ton hanya dibayar DP sebesar Rp 3,5 juta kemudian tersangka menghilang. Setelah kami selidiki, akhirnya tersangka berhasil kami tangkap di wilayah kami sendiri. Untuk beras hasil penipuan itu dijual oleh tersangka ke daerah Jawa Barat,” jelasnya.

Sementara itu, tersangka yang mengaku sebagai pedagang sembako merasa khilaf telah melakukan penipuan tersebut. Uang hasil kejahatannya itu, digunakan oleh tersangka untuk berkaraoke dan berfoya-foya.

“Saya pedagang sembako, uang hasil penjualan beras itu saya gunakan buat karaokean dan foya-foya,” ucap Gering.

Dari kasus tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sisa beras seberat 1,5 kuintal. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini tersangka harus mendekam di sel tahanan Mapolres Kebumen dan dijerat pasal 378 atau 372 KUHP tentang penipuan atau penggelapan dengan ancaman 5 tahun penjara. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.