Rabu, 30 September 20

Warga Boven Digoel: Kalau Tidak Ada Lampu, Kami Merasa Tidak Aman 

Warga Boven Digoel: Kalau Tidak Ada Lampu, Kami Merasa Tidak Aman 
* Pemerintah telah membangun Penerangan Jalan Umum-Tenaga Surya (PJU-TS) sebanyak 300 titik di Kabupaten Boven Digoel dan Kabupaten Asmat, Provinsi Papua. (Foto: Kementerian ESDM)

Boven Digoel, Obsessionnews.com – Pemerintah telah membangun Penerangan Jalan Umum-Tenaga Surya (PJU-TS) sebanyak 300 titik di Kabupaten Boven Digoel dan Kabupaten Asmat, Provinsi Papua. PJU-TS tersebut mampu menerangi jalan-jalan di pemukiman warga dan dapat menghemat tagihan rekening listrik.

Keberadaan dan penerangan PJU-TS memberikan rasa aman bagi masyarakat Boven Digoel, terutama saat mereka beraktivitas di malam hari.

 

Baca juga:

Pasca Tsunami Selat Sunda, Kondisi Listrik Pulih 95%

Dedikasi BCA Sukseskan Program Listrik 35.000 MW

DPR Dukung Pengembangan Listrik dari Energi Panas Bumi

 

“Dengan adanya lampu ini, menurut kami, itu sudah mengamankan jalan ini. Kalau tidak ada lampu, kami merasa tidak aman. Di dalam itu mungkin kami tidak tahu ada orang mabuk yang suka menghadang masyarakat dan juga ada kecelakaan. Kalau lampu ini sudah ada berarti kita sudah aman di sini,” tutur Lucas Aurop, salah satu warga Boven Digoel seperti dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jumat (5/4/2019).

Hal serupa diungkapkan Martinus Siawok, salah seorang warga Asmat.

“Saya atas nama masyarakat Asmat mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan penerangan jalan umum yang diprogramkan dari pusat. Kami merasa bahwa selama ini sangat gelap. Yang kita jangkau hanya sebatas PLN. Tapi sekarang ada bantuan penerangan jalan yang sangat membantu kami,” kata Martinus.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Hendra Iswahyudi mengungkapkan, pemasangan PJU-TS pada 250 titik di Asmat akan mampu menekan pengeluaran daerah dengan menghemat rekening listrik pemda kurang lebih sebesar Rp 4.850.000 per bulan, yang setara dengan penghematan 3.300 kWh per bulan.

“Satu PJU-TS ini memiliki daya listrik sebesar 40 watt dengan jarak antar PJU sepanjang 20 meter. Sementara itu pemasangan di 50 titik akan menghemat listrik pemerintah daerah Boven Digoel kurang lebih sebesar Rp 970.000 per bulan atau setara dengan penghematan 660 kWh per bulan. Rinciannya sebanyak 37 PJU-TS dipasang di ruas jalan pasar dan terminal, 11 titik di ruas jalan menuju pelabuhan, dan 2 titik di depan asrama pelajar,” ujar Hendra yang mewakili Menteri ESDM pada peresmian PJU-TS di Provinsi Papua, Kamis (4/4).

Hendra menjelaskan PJU-TS adalah lampu penerangan jalan yang menggunakan cahaya matahari sebagai sumber energi listriknya. Sehingga menjadi solusi untuk digunakan di jalan-jalan pada daerah yang belum terjangkau listrik PLN maupun pada daerah-daerah yang telah terlistriki PLN, namun ingin mengurangi konsumsi listrik daerahnya. Pemasangan PJU-TS di Boven Digoel dan Asmat merupakan bagian dari Program PJU-TS Tahun 2018 yang dilaksanakan di 26 Propinsi dengan jumlah total sebanyak 21.837 titik dan Propinsi Papua mendapatkan alokasi pemasangan PJU-TS sebanyak 600 titik.

Peresmian PJU-TS di Boven Digoel merupakan upaya Pemerintah untuk memastikan infrastruktur tersebut telah terpasang dengan baik dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Peresmian kali ini merupakan 50% dari alokasi PJU-TS yang dipasang di Provinsi Papua dengan anggaran tahun 2018, yaitu sebanyak 600 titik. Kami ingin memastikan anggaran yang ada kembali langsung kepada masyarakat melalui pembangunan infrastruktur tersebut,” tandasnya.

Melalui pemasangan PJU-TS tersebut, diharapkan pula dapat memberikan manfaat dan membantu masyarakat di Papua, khususnya Boven Digoel dan Asmat, agar pengembangan perekonomian dapat berjalan lebih cepat.

“Saya juga mengharapkan infrastruktur-infrastruktur yang telah dan akan dibangun, dapat dikelola dan dipelihara oleh Pemda dan masyarakat, agar manfaatnya dapat bisa dirasakan oleh masyarakat dalam jangka waktu yang lama,” tegas Hendra.

Kekurangan Tenaga Listrik

Pada kesempatan yang sama, Bupati Boven Digoel Diktus Tambonob menceritakan daerahnya masih kekurangan tenaga listrik meski telah memiliki mesin diesel, dan produktivitas masyarakat terganggu karena kerap terjadi pemadaman.

“Daerah kami ini adalah tempat yang begitu jauh dari laut. Saat kami hendak mendapatkan energi listrik untuk menghidupkan alat-alat seperti freezer untuk menyimpan ikan laut itu kan listriknya sangat besar. Kalau semua kebutuhan energi listrik diambil dari mesin itu, termasuk penerangan jalan, tentunya akan membuat beban mesin itu meningkat,” ujar Diktus.

“Kita perlu meminta bantuan dari Pemerintah Pusat untuk membantu penerangan jalan umum tenaga surya sehingga dapat mengurangi beban mesin yang kita punya,” imbuhnya.

Oleh karena itu pihaknya sangat bersyukur atas pelaksanaan Program PJU-TS di Boven Digoel. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.