Selasa, 26 Mei 20

Warga AS Bersiap Hadapi Kemungkinan Terburuk Akibat Lonjakan Virus Corona

Warga AS Bersiap Hadapi Kemungkinan Terburuk Akibat Lonjakan Virus Corona
* Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Liputan6)

Washington, Obsessionnews.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengimbau seluruh warga AS untuk bersiap-siap menghadapi kemungkinan terbutuk akibat virus Corona. Ia mengatakan bahwa dalam dua pekan ke depan akan sangat menyakitkan seiring AS berjuang menghadapi lonjakan kasus virus Corona. Bahkan Gedung Putih mengingatkan bahwa virus mematikan ini bisa menewaskan hingga 240 ribu warga AS.

“Ini akan menjadi dua pekan yang sangat menyakitkan, sangat, sangat menyakitkan,” kata Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (1/4/2020).

“Saya ingin semua warga Amerika bersiap untuk hari-hari sulit yang ada di depan,” imbuh Trump.

Rumah sakit-rumah sakit di negara bagian New York, Amerika Serikat mulai kewalahan menghadapi para pasien terinfeksi virus Corona yang terus berdatangan dan sistem kesehatan yang nyaris mencapai kapasitas. Seorang dokter di New York, Shamit Patel mengatakan bahwa rumah sakit kini bersiap untuk yang terburuk dalam beberapa hari ke depan. Dia pun berharap dirinya tak akan terpaksa memilih mana pasien coronavirus yang akan dirawat.

Sebagai contoh, sekitar 10 hari yang lalu, hanya separuh dari pasien-pasien penyakit dalam di Rumah Sakit Beth Israel yang telah berumur 46 tahun salah satu rumah sakit Mount Sinai di Manhattan yang menderita penyakit COVIFD-19. Namun pekan lalu, sebanyak 85-90 persen pasien yang masuk diketahui terinfeksi virus corona.

“Kami sudah berhenti menemukan pasien reguler. Rumah sakit penuh dengan pasien coronavirus,” ujar Patel seperti dikutip kantor berita AFP, Rabu (1/4/2020).

“Kami belum over kapasitas, namun kami memperkirakan bahwa rumah sakit akan over kapasitas,” imbuhnya.

Gelombang pasien COVID-19 di Rumah Sakit Beth Israel sejalan dengan lonjakan cepat kasus virus corona di New York City, yang melonjak dari 463 kasus dua pekan lalu menjadi 36 ribu kasus pada Senin (30/3) waktu setempat lalu.

“Dengan tingkat yang saya lihat, puncaknya bisa pada akhir pekan ini hingga pekan depan,” kata Patel.

Patel mengatakan bahwa di bawah tekanan yang ekstrem ini, dirinya telah bersiap untuk yang terburuk. Baginya, yang terburuk bisa saja situasi yang mirip dengan yang terjadi di wilayah-wilayah tertentu di Italia, di mana sistem kesehatan begitu kewalahan sehingga tak bisa lagi merawat semua pasien.

Para pakar kesehatan terkemuka AS mengatakan bahwa keputusan untuk terus melakukan social distancing merupakan satu-satunya cara untuk menghentikan virus yang sangat mudah menular ini.

“Tidak ada vaksin atau terapi ajaib. Hanya perilaku, masing-masing perilaku kita diterjemahkan menjadi sesuatu yang mengubah perjalanan pandemi virus ini selama 30 hari ke depan,” ujar Deborah Birx, koordinator respons coronavirus di Gedung Putih.

Dalam konferensi pers itu, Birx menampilkan grafik yang menunjukkan kisaran 100 ribu hingga 240 ribu kematian karena virus corona di AS, dengan mempertimbangkan upaya-upaya mitigasi yang diambil saat ini.

Spesialis penyakit menular, Anthony Fauci mengatakan bahwa mitigasi sebenarnya berhasil dan bahwa otoritas tengah “melakukan segala yang kami bisa untuk membuatnya (angka kematian) secara signifikan di bawah itu.”

Diketahui sebanyak 811 kematian baru dilaporkan dalam waktu 24 jam terakhir. Total jumlah korban meninggal akibat virus Corona di AS saat ini mencapai 3.815 orang. Jumlah ini tercatat melebihi jumlah korban meninggal dalam tragedi 9/11 yang mencapai lebih dari 2.900 orang.

Sementara itu, jumlah total kasus virus Corona di AS kini mencapai 184.343 kasus. Jumlah tersebut tersebar di seluruh 50 negara bagian AS ditambah Washington DC dan sejumlah wilayah AS lainnya. Nyaris separuh dari jumlah tersebut ada di negara bagian New York yang kini menjadi pusat penyebaran virus Corona di wilayah AS. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.