Minggu, 3 Maret 24

Wapres Ma’ruf Amin Ajak Pemimpin Agama di Yunani Akhiri Konflik Israel-Palestina

Wapres Ma’ruf Amin Ajak Pemimpin Agama di Yunani Akhiri Konflik Israel-Palestina
* Wakil Presiden (Wapres) RI Ma'ruf Amin saat bertemu dengan Uskup Agung Athena dan seluruh Yunani, Ieronymos II di Athena, Yunani, Kamis (23/11/2023) waktu setempat. (ANTARA/Indra Arief Pribadi)

Obsessionnews.com – Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin mengajak pemimpin agama di Yunani untuk bersama memberikan kontribusi guna mengakhiri konflik Israel-Palestina.

“Konflik ini bukanlah konflik agama, namun dibutuhkan kontribusi bersama, termasuk dari pemimpin agama untuk penyelesaiannya,” kata Ma’ruf saat bertemu dengan Uskup Agung Athena dan seluruh Yunani, Ieronymos II di Athena, Yunani, Kamis (23/11/2023), waktu setempat.

Ma’ruf mengatakan dunia membutuhkan kontribusi semua pihak, termasuk dari para pemimpin agama, untuk menyelesaikan konflik Israel dan Palestina.

“Kekerasan harus dihentikan, gencatan senjata harus terus diupayakan dan penyaluran bantuan kemanusiaan harus menjadi prioritas utama,” katanya. .

Indonesia, kata Ma’ruf, telah dengan tegas mengecam keras serangan Israel terhadap masyarakat sipil dan fasilitas umum di Gaza, Palestina.

Ma’ruf juga menyinggung kesamaan Indonesia dan Yunani dalam menjaga keberagaman beragama.

Ma’ruf kemudian mempromosikan bagaimana Indonesia menjaga kerukunan dalam keberagaman, dengan memanfaatkan organ-organ pemerintah dan himpunan dari majelis agama.

“Kita ada Kementerian Agama yang di dalamnya ada Dirjen-dirjen Islam, ada Dirjen Katolik, Protestan, Hindu, Budha dan juga forum komunikasi antarumat beragama yang merupakan himpunan dari majelis-majelis agama seperti dari MUI, KWI, PGI, untuk kalau ada konflik, untuk mencegah terjadinya konflik, atau menyelesaikan kalau terjadi konflik,” kata dia.

“Jadi saya mengajak itu karena di Yunani juga hampir sama modelnya,” sambungnya.

Saat menyampaikan pidato di depan Uskup Agung Yunani, Ma’ruf berharap pertemuan hari ini tidak hanya menguatkan konsep perdamaian dan toleransi dalam bernegara dan bermasyarakat, tapi juga membawa kebaikan bagi kedua negara.

“Saya berharap pertemuan ini semakin mengukuhkan komitmen bersama untuk mempromosikan pemahaman dan mendorong kerja sama yang saling menguntungkan,” ujarnya. (Antara/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.