Minggu, 17 Oktober 21

Pidato Wapres JK di PBB: Upayakan Perdamaian Dunia !!

Pidato Wapres JK di PBB: Upayakan Perdamaian Dunia !!

Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia M Jusuf Kalla (JK) saat berpidato pada Sidang Majelis Umum ke-72 Perserikatan Bangsa-Bangsa di markas besar PBB New York, Amerika Serikat, Kamis (21/9) menyatakan bahwa perdamaian tidak pernah diberikan tetapi harus diupayakan terus menerus dan dipelihara melalui dialog, inklusivitas, penyelesaian sengketa secara damai.

Situs Antara hari Jumat melaporkan, Wapres dalam pidatonya menegaskan semua negara harus bersama-sama menjaga stabilitas dan perdamaian dunia. Karena itu, penting juga mengembangkan PBB sebagai institusi global yang kuat yang menekankan pada pemeliharaan perdamaian, keamanan dan stabilitas. Indonesia, menyatakan dukungan terhadap reformasi PBB.

Dalam kesempatan itu Wapres mengatakan perlunya sinergi antara mempertahankan perdamaian dan agenda mencapai pembangunan berkelanjutan.

Wapres mencatat Sasaran Pembangunan Berkelanjutan dan Kesepakatan Paris sebagai komitmen global yang disepakati yang harus diterjemahkan ke dalam tindakan nyata.

Kebutuhan mendesak untuk rencana aksi global dan kemitraan untuk memerangi terorisme, radikalisme dan ekstremisme kekerasan adalah poin utama lainnya.

Menurut Wapres, akar masalah persoalan harus ditangani, antara lain persoalan kemiskinan ekstrim, buta huruf dan pengangguran kaum muda besar-besaran.

Hal tersebut, harus diselesaikan melalui kombinasi kekuatan “keras” dan “lunak”, memperkuat peraturan hukum dan mendorong keterlibatan masyarakat.

Wapres juga menjelaskan bagaimana Indonesia melakukan de-radikalisasi terhadap lebih dari enam ribu teroris yang berada di 72 penjara.

Di akhir pidatonya wapres juga menyitir slogan “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Wapres juga meminta dukungan agar Indonesia bisa terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

Mengenai masalah krisis Rohingya, Wakil Presiden Indonesia M Jusuf Kalla mengatakan formula 4+1 yang ditawarkan Indonesia merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan dunia untuk menyelesaikan persoalan Rohingya di Myanmar.

“Formula 4+1 yang kita tawarkan itu yang bisa diterima kedua belah pihak. Dan merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan kasus Rohingya ” kata Wapres M Jusuf Kalla usai berpidato di Markas Phone York, Amerika Serikat, Kamis.

Lebih lanjut Wapres Kalla menjelaskan bahwa yang paling utama pada saat ini adalah membuka akses agar bantuan kemanusiaan bisa masuk ke Myanmar untuk membantu pengungsi Rohingya.

Wapres menjelaskan formula 4+1 salah satu cara untuk menyelesaikan Rohingya karena tidak mungkin Indonesia mengerahkan pasukan dan tidak bisa dengan pasukan penjaga perdamaian.

Pemerintah Indonesia telah menawarkan formula 4+1 untuk Rakhine State. Formula 4+1 tersebut yaitu: mengembalikan stabilitas dan keamanan; menahan diri secara maksimal dan tidak menggunakan kekerasan; perlindungan kepada semua orang yang berada di Rakhine State, tanpa memandang suku dan agama; dan pentingnya segera dibuka akses untuk bantuan kemanusiaan.

Situs Antara melaporkan, pengungsi Rohingya di Distrik Coxs Bazar akhirnya dapat memanfaatkan tenda bantuan dari pemerintah Indonesia pada Kamis.

“Hari ini tenda bantuan Indonesia telah dipasang di lokasi pengungsian. Bantuan Indonesia diharapkan dapat membantu meringankan beban para pengungsi yang telah sekian lama tidur beratapkan langit,” kata Dubes RI untuk Bangladesh, Rina Soemarno seperti dilansir situs Antara hari Jumat.

Lokasi pemasangan tenda berada di Thaingkali, Subdistrik Ukhiya yang ditempati oleh 60 ribu pengungsi yang baru datang dalam sepekan ini. Selain itu, barang bantuan yang terus didistribusikan yaitu makanan siap saji dan family kit.

Sebanyak 74 ton bantuan kemanusiaan dari Indonesia telah sampai di Bangladesh dalam 8 kali pengiriman dengan pesawat C-130 TNI AU pada tanggal 14, 15, 16, dan 18 September 2017.

Bantuan kemanusiaan tersebut berupa beras (30 ton), selimut (14.000), sarung (17.400) makanan siap saji (2490 paket), generator listrik (10 set) tenda besar (20 unit), tanki air fleksibel (10 unit), family kit (850 paket), pakaian (900 paket), gula pasir (1 ton), minyak goreng (325 boks), dan biskuit (2000 boks). Pemerintah Daerah Coxs Bazar memprioritaskan wanita dan anak-anak dalam pendistribusian itu. (ParsToday)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.