Jumat, 22 Oktober 21

Wantimpres Minta Segala Sesuatu Berkaitan dengan PKI Dihentikan

Wantimpres Minta Segala Sesuatu Berkaitan dengan PKI Dihentikan
* Aksi di depan Kantor YLBHI.

Jakarta, Obsessionnews.com – Anggotan Dewan Pertimbangan Presiden Sidarto Danusubroto meminta semua pihak untuk tidak memancing keributan dengan mengadakan kegiatan yang berbau tentang PKI. Ini menyusul terjadinya keributan pada Minggu (18/9) malam di Kantor YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat.

“You tanya saya, itu pendapat saya. Ada film begitu, ada seminar begini, tolong dua-duanya di-stop dulu,” kata Sidarto di Kantor Wantimpres, Jakarta, Senin (18/9/2017).

Demo disertai aksi anarksi terjadi di Kantor YLBHI, setelah sebelumnya muncul pesan berantai berisi imbauan pemutaran Film G30s/PKI di seluruh kesatuan TNI AD. Dalam pesan itu, TNI AD harus menyediakan segala fasilitas lengkap untuk menonton film itu.

Sementara, ada pula yang menyelenggarakan diskusi  pengungkapan sejarah peristiwa 1965-1966 di Gedung YLBHI, Jakarta. Diskusi ini disebut-sebut sebagai diskusi PKI yang kemudian dibubarkan. Namun, pihak YLBHI sudah membantah bahwa tidak ada diskusi PKI.

“Ada pesan berantai di Whatssap, di Telegram, di Facebook itu sebutkan kami mau adalah acara yang ada unsur PKI-nya, ini kan sudah fitnah,” kata Ketua Tim advokasi Lembaga Bantuan Hukum Jakarta Muhammad Isnur.

Karena itu, Sidarto meminta masyarakat harus lebih waspada dan hati-hati dalam menerima informasi. Diskusi atau pemutaran film soal PKI kata dia memang tidak boleh diadakan. “Ini dua titik yang berbeda kan. Ada film ini, ada seminar itu. Saya pikir Sementara ini disejukkan dulu,” ujar Sidarto.

Menurut dia, pemerintah saat ini sedang sibuk membangun ekonomi, kesejahteraan sosial, dan mengentaskan kemiskinan. Pembangunan ini bisa membawa Indonesia masuk jajaran 5 besar kekuatan ekonomi dunia.(Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.