Minggu, 17 Oktober 21

Wanted: Ketua DPR RI Setya Novanto !!

Wanted: Ketua DPR RI Setya Novanto !!
* Ketua DPR Setya Novanto.

Sampai pukul 02.30 WIB penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi masih memburu Ketua DPR RI Setya Novanto. Mereka membawa surat perintah penangkapan. Jika sampai siang ini Ketua Partai Golkar itu belum juga ditemukan, kemungkinan KPK akan menerbitkan surat daftar pencarian orang alias DPO. Sulit membayangkan gambar wajah Novanto dengan mata tertutup terpampang di tembok terminal disertai tulisan : wanted!

Dari tayangan Kompas TV dinihari tadi, juru bicara KPK Febri Diansyah menegaskan KPK telah menerbitkan surat penangkapan terhadap setya Novanto. Pada saat bersamaan, sekitar 8 penyidik KPK tengah menggeledah rumah Novanto di daerah Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Penggeledahan yang dijaga ketat anggota Brimob dari Polda Metro Jaya tersebut berlangsung sejak pukul sekitar pukul 21.40 menit.

Di tengah upaya pencarian terhadap Novanto, KPK juga sempat menggeledah rumahnya dan membawa puluhan koper yang diduga berisi dokumen-dokumen terkait korupsi e-KTP yang disangkakan. Upaya terhadap Novanto akan dilakukan hari ini karena harus berkejaran dengan surat tugas penangkapan yang hanya berlaku 1 x 24 jam. Jika sampai batas waktu tersebut Novanto belum berhasil ditangkap, maka statusnya berubah menjadi DPO. Belum ada penjelasan mengapa surat yang dikeluarkan KPK bukan perintah jemput paksa, melainkan penangkapan.

Tanda-tanda KPK akan menggunakan cara lebih keras untuk menghadirkan Setya Novanto terlihat sejak Rabu siang setelah Novanto kembali tidak mau hadir di KPK dan hanya berkirim surat. Tercatat, dari 11 kali pemanggilan baik sebagai saksi maupun tersangka, Novanto hanya menghadiri 2 di antaranya yakni untuk memberi kesaksian terhadap tersangka lain dalam kasus yang sama, Sementara untuk pemanggilan sebagai tersangka tidak pernah diindahkan baik pada penetapan tersangka yang pertama dan sudah digugurkan PN Jakarta Selatan maupun setelah penetapan kembali. Novanto dan pengacaranya Fredrick Yunadi selalu berkelit dengan alasan KPK harus meminta izin kepada Presiden.

Menariknya, upaya penangkapan Setya Novanto diduga bocor karena seperti dikutip detik.com (16/11/17), tanda pagar atau tagar (#) tangkapnovanto sudah bergema di jejaring sosial sebelum penyidik KPK tiba di rumah Novanto. Ada indikasi Novanto yang sedianya memimpin rapat Partai Golkar di kediamnnya karena sejumlah pengurus Golkar sudah hadir saat KPK datang, meninggalkan rumah karena ada informasi dirinya akan ditangkap. Febri Diansyah pun mengimbau Novanto untuk menyerahkan diri agar prosesnya lebih mudah dan bermartabat.

Akankah Setya Novanto mau menyerahkan diri? Ataukah akan melakukan perlawanan dari tempat persembunyiannya? Dari semua pilihan yang ada, menyerah adalah jalan terbaik.

 

Jakarta, 16 November 2017

Arif Barata

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.