Kamis, 4 Maret 21

Wanita Islam yang Jadi Pembaca Doa Saat Pelantikan Biden

Wanita Islam yang Jadi Pembaca Doa Saat Pelantikan Biden
* Dr Debbie Almontaser. (Foto: MPAC Empowering Voices Awards)

Cetak Sejarah, Dr Debbie Almontaser menjadi wanita muslim pertama yang diundang untuk membaca doa dalam pelantikan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden.

Dr. Debbie Almontaser membuat sejarah sebagai wanita Muslim Amerika pertama yang berdoa pada layanan pelantikan presiden tradisional di AS.

Almontaser, aktivis komunitas keturunan Yaman, membagikan kabar tersebut di Twitter.

“Nantikan pengumumannya hari ini! Merupakan suatu kehormatan bagi saya sebagai wanita Amerika Yaman pertama yang diundang untuk mempersembahkan doa pengukuhan! Ini adalah penegasan komunitas Yaman dan penderitaannya di bawah #MuslimBan,” tulis Almontaser di Twitter.

Almontaser adalah seorang guru sekolah dan aktivis komunitas Amerika. Dia adalah kepala sekolah pendiri Khalil Gibran International Academy, sebuah sekolah umum bertema Arab di New York. Sekolah tersebut dinamai dengan nama penyair Arab-Kristen, Khalil Gibran.

Selain Almontaser, Imam Azhar Subedar, Imam IACC juga berpartisipasi dalam Ibadah Doa Pengukuhan Presiden secara virtual bersama dengan berbagai pemimpin agama lainya.

Menurut situs web Biden Inaugural, kegiatan perdana “America United” akan menghormati tradisi sambil secara aman memungkinkan lebih banyak orang Amerika daripada sebelumnya untuk berpartisipasi dari rumah mereka sendiri.

Sebelumnya, saat kampanye pilpres Joe Biden berjanji bahwa jika dirinya terpilih sebagai presiden AS, ia akan mengakhiri apa yang disebut larangan bepergian Muslim oleh Presiden Donald Trump pada hari pertamanya menjabat.

Berbicara pada pertemuan puncak yang diselenggarakan oleh komite aksi politik Muslim Emgage, calon dari Demokrat itu mengatakan kepada delegasi dan anggota audiensi bahwa “suara-suara Muslim Amerika penting” menuju pemilihan presiden November.

“Komunitas Muslim adalah yang pertama kali merasakan serangan Donald Trump terhadap komunitas Hitam dan Coklat di negara ini dengan larangan Muslimnya yang keji,” kata Biden, seperti dikutip dari Middle East Eyes, Senin (20/7/2020).

“Pertarungan itu adalah rentetan awal dari tekanan dan penghinaan yang terjadi hampir empat tahun, dan serangan terhadap komunitas Muslim Amerika.”

 

7 Muslim Masuk Nominasi Kabinet Biden

Saat Presiden terpilih Joe Biden bersiap untuk dilantik pada 20 Januari, kabinet yang akan dibentuk olehnya, disebut-sebut sebagai yang paling beragam dalam sejarah Amerika. Kabinet baru itu diprediksi akan diwarnai tokoh-tokoh kulit hitam, Muslim dan anggota minoritas lainnya yang selama ini mungkin terpinggirkan.

Beberapa nama telah dipilih untuk menempati posisi di kabinet Biden. Daftar kabinet juga diisi dengan banyak anggota minoritas berpangkat tinggi. Termasuk didalamnya orang kulit hitam yang memimpin Pentagon, kepala keamanan dalam negeri Latin, dan sekretaris kabinet Pribumi Amerika. Posisi tersebut telah diisi dengan sejumlah besar penunjukan India-Amerika dan juga Muslim.

“Kabinet ini akan lebih mewakili rakyat Amerika daripada kabinet lainnya dalam sejarah,” kata Biden kepada wartawan pada bulan Desember lalu, menyoroti “nominasi penghilang preseden” sampai saat ini. (*/Islampos/About Islam/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.