Sabtu, 28 Mei 22

Wamenag Zainut Tegaskan Viral Video Wapres Salat Jenazah dan Foto Menag Rangkul Ragil Bentuk Fitnah yang Keji
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi. (Foto: Instagram Zainut)
Wamenag Zainut Tegaskan Viral Video Wapres Salat Jenazah dan Foto Menag Rangkul Ragil Bentuk Fitnah yang Keji

Wamenag Zainut Tegaskan Viral Video Wapres Salat Jenazah dan Foto Menag Rangkul Ragil Bentuk Fitnah yang Keji

Obsessionnews.com – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi menengarai ada kelompok yang bertujuan melakukan proses pembusukan terhadap para tokoh agama yang kebetulan menjabat sebagai pejabat negara di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan membuat framing negatif melalui media sosial (medsos). Contohnya viral di media sosial tentang gerakan salat jenazah yang dialamatkan kepada Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin dengan gerakan ruku’ dan sujud. Juga foto Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas merangkul Ragil Mahardika yang viral di medsos akhir-akhir ini.

 

Baca juga: 

Dukung Percepatan Penurunan Angka Stunting, Wapres Minta K/L Sinkronkan Penggunaan Dana

Menag Yaqut: Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1443 H Jatuh pada Senin, 2 Mei 2022

 

 

Menurut Wamenag Zainut, video dan foto tersebut setelah melalui pengamatan para ahli hasilnya dinyatakan palsu dan merupakan hasil rekayasa editan. Jadi baik video Wapres salat jenazah dan foto Menag Yaqut merangkul Ragil Mahardika adalah bentuk fitnah yang keji.

“Kelompok yang sengaja memviralkan berita bohong, hoak dan informasi palsu melalui media sosial baik berupa meme, fitur, rekayasa foto dan video memiliki tujuan jahat yakni untuk memberikan citra buruk kepada para tokoh agama dan pejabat negara agar masyarakat tidak percaya kepada pemerintah. Bahkan lebih jauh dari itu, untuk membuat keresahan, kepanikan, kebencian, fitnah, adu domba dan perpecahan diantara sesama anak bangsa,” tutur Wamenag dalam keterangan tertulis yang diterima obsessionnews.com, Minggu (15/5/2022).

Untuk hal tersebut dia memohon kepada seluruh masyarakat untuk lebih waspada, bijak dan cerdas dalam menggunakan medsos Jangan cepat percaya pada berita, baik berita yang berupa foto, video atau pun konten narasi yang mengandung unsur provokatif, ujaran kebencian, adu domba, dan fitnah.

“Kita harus bijak dan cerdas dalam menyaring setiap informasi. Kita harus saring sebelum sharing agar kita tidak menjadi bagian dari orang yang menyebarkan fitnah dan kebencian,” tegasnya.

Wamenag meminta pihak kepolisian dan Kementerian Kominfo untuk lebih menajamkan pengawasannya di dunia maya, dan segera menindak dengan tegas siapa pun yang sengaja menyebarkan berita palsu yang mengandung unsur provokasi, fitnah, adu domba dan ujaran kebencian. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.