Rabu, 19 Mei 21

Wamenag Tegaskan Wapres dan Menag Minta agar Larangan Mudik Dipatuhi Masyarakat

Wamenag Tegaskan Wapres dan Menag Minta agar Larangan Mudik Dipatuhi Masyarakat
* Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi. (Foto: IG  Zainut)

Jakarta, obsessionnews.com – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi menegaskan larangan untuk mudik pada 6 – 17 Mei 2021 berkenaan dengan Hari Raya Idul Fitri 1442 H menjadi perhatian semua pihak. Baik Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin maupun Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas juga mempunyai perhatian yang sama. Keduanya meminta agar larangan mudik ini dipatuhi masyarakat.

 

Baca juga: Menteri Yaqut Tegaskan Tak Ada Dispensasi Mudik untuk Santri

 

“Saya melihat penegasan Wapres dan Menag sama, bahwa ada larangan mudik pada 6 – 17 Mei yang harus dipatuhi. Tidak ada dispensasi, larangan ini berlaku untuk semua,” tegas Wamenag di Jakarta dalam keterangan tertulis, Kamis (29/4/2021).

“Larangan yang diterapkan pemerintah tidak lain dimaksudkan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” sambungnya.

Menurut Zainut, masyarakat Indonesia perlu belajar dari penyebaran Covid-19 yang demikian masif di sejumlah negara, utamanya India.

“Larangan mudik pada 6 – 17 Mei diterapkan dalam konteks itu, sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Hal ini, lanjutnya, bagian dari upaya menjaga jiwa atau khifdhun-nafs yang juga menjadi perintah agama.

Disinggung terkait adanya permohonan dispensasi, Zainut mengatakan agar itu dilakukan sebelum masa larangan. Saat ini sedang berlaku masa pengetatan. Masyarakat yang akan melakukan perjalanan, sebaiknya mengikuti ketentuan yang berlaku pada masa pengetatan tersebut.

“Bapak Wapres memang memiliki perhatian kepada para santri, sehingga beliau mengimbau para pihak khususnya pemda bisa memfasilitasi para santri yang akan pulang karena pondok pesantrennya meliburkan,” tutur Zainut.

Ia menambahkan, menurut kebiasaan di pesantren libur Ramadhan dimulai setelah tanggal 20 Ramadhan atau bertepatan pada tanggal 2 Mei 2021. Artinya sebelum masa larangan berlaku, sehingga jika ada santri yang akan pulang, maka harus dipastikan kepulangan mereka tetap mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari virus Covid 19. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.