Kamis, 6 Agustus 20

Wamenag Resmikan Pembukaan Kembali Bayt Al-Qur’an TMII

Wamenag Resmikan Pembukaan Kembali Bayt Al-Qur’an TMII
* Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Zainut Tauhid Sa'adi meresmikan pembukaan kembali Layanan Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal (BQMI) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Senin (6/7/2020). (Foto: dok. Zainut Tauhid)

Jakarta, Obsessionnews.com –  Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Zainut Tauhid Sa’adi meresmikan pembukaan kembali Layanan Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal (BQMI) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Senin (6/7/2020).

 

Baca juga:

Wamenag Ajak Umat Islam Isi Malam Idulfitri dengan Kumandangkan Takbir

Ini Penjelasan Wamenag Zainut tentang Penggunaan Asrama Haji untuk RS Darurat Tanggulangi Corona

Wamenag Zainut: Siskohat Memberikan Kepastian dan Keadilan kepada Semua Calon Jemaah Haji

 

Pembukaan kembali layanan BQMI dilaksanakan setelah Zainut memastikan kesiapan Bayt Al-Qur’an dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat di era normal baru. Yakni dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan sebagaimana yang diwajibkan oleh pemerintah.

Layanan BQMI sempat ditutup sejak pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta pada 16 Maret 2020. Sejak itu BQMI tidak melayani para pengunjung.

Dalam sambutannya, Zainut menyampaikan apresiasi kepada Lajnah Pentashihan Mushaf AL-Qur’an (LPMQ) Balitbangdiklat Kemenag RI, yang selama ini telah berusaha mengawal kesahihan kitab suci Al-Qur’an, dan meningkatkan pemahaman masyarakat muslim Indonesia terhadap kitab sucinya melalui kajian dan penerbitan tafsir dan literatur Al-Qur’an.

Zainut juga mengapresiasi berbagai langkah inovatif yang dilakukan oleh LPMQ dalam menjaga dan melestarikan warisan karya  tulis Al-Qur’an dan arsitektur Islam melalui Bait Al-Qur’an an dan Museum Istiqlal.

Zainut menjelaskan, bahwa Al-Qur’an merupakan satu-satunya kitab suci yang paling banyak dicetak dan beredar di kalangan masyarakat. Oleh karena itu penting menjaga kesahihan teks Al-Qur’an agar terhindar dari kesalahan dalam bentuk apa pun. Sekalipun telah ada jaminan keotentikan Al-Qur’an secara langsung dari Allah, namun tetap diperlukan adanya kerjasama antara lembaga-lembaga yang terkait, yakni Kementerian Agama, dalam hal ini LPMQ, Majelis Ulama Indonesia (MUI),  penerbit, percetakan dan masyarakat dalam menjaga orisinalitas tulisan dan bacaan Al-Qur’an.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.