Minggu, 25 September 22

Walikota Surabaya Tri Rismaharini

Walikota Surabaya Tri Rismaharini
* Tri Rismaharini.

Luar biasa! Pujian ini pas diberikan kepada Tri Rismaharani. Sebagai walikota Surabaya, Risma, panggilan akrabnya, jelas memiliki pengaruh besar bagi kemajuan bangsa dan negara ini, khususnya bagi warga dan masyarakat kota Surabaya. Dengan segudang prestasi yang telah diraihnya, Risma juga telah membuktikan bahwa wanita mampu berprestasi di level internasional.


Nama Risma mencuat ketika pada 2010 diusung sebagai calon Wali Kota Surabaya oleh PDI-P. Ia berpasangan dengan Bambang Dwi Hartono. Duet Risma-Bambang memenangkan pilkada tersebut dengan meraih 358.187 suara atau 38,53% dari jumlah suara keseluruhan.

Banyak prestasi yang diraih Risma saat memimpin Surabaya. Antara lain Risma membawa Surabaya menjadi kota yang terbaik partisipasinya se-Asia Pasifik pada tahun 2012 versi Citynet atas keberhasilan pemerintah kota dan partisipasi rakyat dalam mengelola lingkungan.

Penghargaan internasional lainnya adalah pada Oktober 2013 Surabaya menyabet penghargaan Future Government Awards 2013 tingkat Asia-Pasifik di dua bidang sekaligus, yakni data center dan inklusi digital. Dan hebatnya lagi Surabaya menyisihkan 800 kota di seluruh Asia-Pasifik.

Sementara itu Taman Bungkul yang pernah dipugarnya pun meraih penghargaan The 2013 Asian Townscape Award dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai taman terbaik se-Asia pada tahun 2013.

Pada Februari 2014 Risma dinobatkan sebagai Mayor of the Month atau wali kota terbaik di dunia untuk Februari 2014 atas keberhasilannya selama memimpin Surabaya sebagai kota metropolitan yang paling baik penataannya.

Pada 2014 Surabaya menerima penghargaan internasional Future City versi FutureGov untuk Surabaya Single Window (SSW). Penghargaan ini diberikan untuk sistem pelayanan kemudahan izin investasi Kota Surabaya.

Pada Februari 2015 Risma dinobatkan sebagai wali kota terbaik ketiga di dunia versi World City Mayors Foundation atas keberhasilannya dalam mengubah wajah Surabaya dari yang kumuh penataannya menjadi kota yang lebih hijau dan tertata rapi.

 

Alumnus jurusan Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tahun 1987 itu juga dipuji karena keberaniannya menutup kawasan lokalisasi terbesar di Asia Tenggara, yakni Gang Dolly.

Pada Maret 2015 namanya masuk dalam jajaran 50 tokoh berpengaruh di dunia versi majalah Fortune bersama dengan tokoh-tokoh lain, seperti CEO Facebook Mark Zuckerberg dan Perdana Menteri India Narendra Modi. Risma dinilai berhasil melakukan banyak terobosan luar biasa di Surabaya tentang lingkungan.

Atas keberhasilannya membangun Surabaya menjadi tertata rapi dan manusiawi, Risma menerima anugerah tanda kehormatan Bintang Jasa Utama dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama 14 tokoh lain di Istana Negara, Jakarta, pada 13 Agustus 2015. Bintang Jasa Utama adalah penghargaan tertinggi yang diberikan kepada warga negara sipil.

Berbagai prestasi yang diraihnya itu memuluskan jalan bagi Risma maju ke Pilkada Surabaya 2015. Ia kembali diusung di PDI-P. Dan tahun itu juga Risma mengundurkan diri sebagai pegawai negeri. Ia resmi menjadi kader PDI-P.

Dalam Pilkada yang digelar 9 Desember 2015 tersebut Risma berpasangan dengan Wisnu Sakti Buana. Mereka meraih kemenangan mutlak, yakni sebesar 893.087 suara atau 86,34 persen dari jumlah suara keseluruhan. Risma dan Wisnu dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya untuk masa bakti 2016-2021 pada tanggal 17 Februari 2016 oleh Gubernur Jatim Soekarwo di Gedung Negara Grahadi. (ARH)

Artikel ini dalam versi cetak dimuat di Majalah Men’s Obsession edisi Agustus 2017.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.