Jumat, 22 Oktober 21

Walikota Makassar Segera Beri Sanksi PNS yang Mangkir Kerja

Walikota Makassar Segera Beri Sanksi PNS yang Mangkir Kerja
* Balikota Makassar, Sulawesi Seelatan

Makassar, Obsessionnews – Mental buruk pegawai negeri sipil (PNS) yang mangkir kerja pada hari pertama kerja setelah liburan Hari Raya Idul Fitri 1436 H atau Lebaran masih saja terjadi. Padahal mereka telah mendapat waktu libur seminggu untuk merayakan Lebaran.

Di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Sulawesi Selatan, sebanyak 163 PNS diketahui mangkir kerja saat Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto melakukan inspeksi mendadak (sidak), Rabu (22/7/2015).

Setelah melaksanakan apel pagi di Lapangan Balai Kota Makassar, Ramdhan didampingi Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Makassar Baso Amiruddin memantau ruangan Bagian Umum dan menemukan sejumlah meja masih terlihat kosong.

Selanjutnya ia menuju ke ruangan Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga tidak banyak pegawai yang hadir.

Pomanto juga melakukan pemeriksaan di ruangan Kesatuan Bangsa dan Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.

Setiap ruangan, ia meminta daftar hadir dan memeriksa sejumlah pegawai yang tidak hadir pada pertama hari kerja.

“Saya sudah ingatkan seluruh pegawai agar tidak menambah masa liburnya, kan sudah dikasih enam hari. Bagi PNS yang tidak hadir tentu akan diberikan sanksi tegas,” ujarnya kepada wartawan di sela-sela sidak.

Ia meminta agar BKD segera mendata PNS yang membolos tersebut, termasuk memproses mereka dan segera menjatuhkan sanksi bagi yang melanggar ketentuan.

“Ini peringatan bagi pegawai lainya agar tidak main main dengan masalah kedisplinan, dan tentu ini akan diberikan saksi sebagi efek jera bagi para pegawai yang melanggar aturan,” papar mantan staf ahli perencanaan Kota Makassar itu.

Sementara Kepala BKD Kota Makassar Baso Amiruddin pada kesemptan itu mengatakan sanksi pasti akan dijatuhkan sesuai dengan aturan kepegawaian, pelanggaran disiplin seperti tidak hadir berkantor saat hari kerja. Bagi PNS yang tidak masuk diberikan surat peringatan.

“Apabila sudah tiga kali mendapat surat peringatan tetapi tidak digubris maka diberi sanksi diberikan seperti penundaaan kenaikan pangkat dan kenaikan gaji berkalanya,” kata Baso kepada wartawan usai sidak.

Diketahui jumlah pegawai di Kota Makassar terhitung sebanyak 18 ribu orang. Terdiri dari 14 ribu PNS dan 4 ribu tenaga kontrak. (ant/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.