Minggu, 5 Desember 21

Walikota dan Pendeta Gereja Tanggapi Positif Soal Penolakan FPI

Walikota dan Pendeta Gereja Tanggapi Positif Soal Penolakan FPI

Semarang, Obsessionnews – Menanggapi penolakan sejumlah organisasi masyarakat Islam yang diwakili Front Pembela Islam (FPI) Jawa Tengah (Jateng) atas penyelenggaraan acara buka bersama di halaman Gereja Yakobus Zebedeus, Ketua acara sekaligus pemuka agama Katolik, Romo Aloysius Budi Purnomo mengaku berusaha memandang positif tindakan itu.

“Semua saya pandang secara positif, maka yang tadi saya nyanyikan dalam lagu, itu saya pandang sebagai tangan Tuhan agar menerima rahmat dan berkat,” kata dia, Kamis (16/6/2016).

Sebelumnya, acara buka bersama yang diinisiasi oleh mantan ibu negara, Shinta Nuriyah sempat terkendala lantaran mendapat penolakan oleh FPI Jateng yang meminta lokasi puncak acara diganti. Rencananya, buka puasa akan dilakukan di halaman gereja dan terpaksa diganti di Balai Kelurahan Pudak Payung.

“Maka itu saya pandang secara positif, sebagai rencana terbaik untuk seluruh elemen masyarakat yang kita tetap saling menjaga dan menghormati,” ujarnya.

Pada siang hari, sempat ada mediasi antara FPI Jateng dengan pihak penyelenggara di Mapolrestabes Semarang. Hasil mediasi berupa pembukaan acara dilakukan di dalam gereja, dengan kegiatan buka puasa di Balai Kelurahan Pudak Payung.

“Keberatan-keberatan kami akomodir, dan buah dialog itu dibuka di gereja, dan ibu memberi ceramah kepada umat kami dan kemudian dilanjutkan di tempat ini,” papar dia.

Kecaman juga datang Walikota Semarang, Hendrar Prihadi yang menyayangkan penolakan dari FPI. Seharusnya, tidak perlu ada penolakan karena tujuan acara ini adalah untuk kerukunan umat beragama.

“Ya mestinya tidak perlu ditentang ya, ini hanya suatu kekhawatiran yang berlebihan. Saya rasa tidak ada persoalan,” tegas Hendi, panggilan akrabnya.

Ia berharap, seluruh warga Semarang bisa menyikapi secara bijak soal penyelenggaran acara buka bersama tersebut.

“Kami mewakili pemerintah kota Semarang maupun warga kota Semarang menyampaikan mari kita kemudian bisa memahami hal-hal disekitar kita dalam satu bingkai negara kesatuan hukum Indonesia,” tandasnya. (ihy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.