Kamis, 9 Desember 21

Walikota Bandung: Dicabut Izin Taksi yang Tak Berargo

Walikota Bandung: Dicabut Izin Taksi yang Tak Berargo
* Walikota Bandung Ridwan Kamil

Bandung, Obsessionnews– Walikota Bandung Ridwan Kamil menegaskan taksi di Bandung harus berargo. Kalau kalau tidak berargo, maka izinnya dicabut. Emiil, sapaan akrab Walikota Bandung ini, mengungkapkan hal itu usai rapat sosialisasi pelayanan parkir dan taksi di Hotel Horison Bandung, Rabu (15/4). Sesuai peraturan Walikota Bandung No. 1005/ 2014 tentang harga sewa parkir dan petunjuk teknis pengelolaan perparkiran di gedung dan pelataran parkir, hal tersebut harus selalu disosialisasikan.taksi

Sosialisasi yang dihadiri oleh lembaga konsumen Indonesia, asuransi, pengelola angkutan umum, pengelola taksi, pengelola perusahaan parkir, dan Perum Damri ini diharapkan dapat mewujudkan tertib pengelolaan parkir dan memaksimalkan pelayanan parkir dan adanya pengelolaan taksi yang melayani di gedung-gedung perparkiran.

Dalam sosialisasi tersebut Emil memberi pengarahan kepada para instansi pengelola parkir dan taksi menyangkut keluhan masyarakat tentang ketidaknyamanan dan kecurangan dalam pengelolaan parkir dan taksi.
“Tindakan-tindakan nakal para sopir taksi yang sering dilakukan adalah tidak menggunakan argo ketika mengoperasikan taksi,” ujarnya.
Apabila aspirasi masyarakat tidak ditindaklanjuti, lanjutnya, maka izin usaha taksi akan dicabut.

Emil menghimbau para pengelola taksi untuk menyeragamkan warna taksi dengan warna taksi internasional, yaitu warna kuning polet hitam dapat juga ditambah dengan identitas taksi masing-masing. Selain menyeragamkan warna taksi dalam jangka menengah, para pengelola taksi menginstruksikan para sopir taksi untuk berpakaian Sunda pada hari rabu agar lebih membudayakan tradisi dan budaya Sunda. Selain itu juga tampil beda dengan kota-kota lainnya.

Emil juga mengintruksikan Dinas perparkiran agar harga parkir kendaraan sesuai dengan peraturan yang ada. Begitu pula untuk para pengusaha valet parking dilarang memonopoli lahan parkir agar lebih proporsional. Selain itu pengelola gedung parkir dilarang tidak menarik uang parkir pada 10 menit pertama dan bagi kendaraan yang hanya mendrop orang.

Selain itu terobosan-terobosan dari Pemkot Bandung dalam memaksimalkan pelayanan publik yaitu memasang mesin-mesin parkir untuk parkir yang di pinggir jalan. Adapun mesin-mesin parkir tersebut akan dipasang dalam tahap awal sebanyak 145 titik, untuk selanjutnya akan ada ratusan mesin-mesin parkir yang akan dipasang dan disebar di titik-titik strategis Bandung. Sedangkan untuk Jalan Braga, Walikota Bandung memiliki rencana dalam jangka dua bulan ke depan semua gedung parkir sepanjang Jalan Braga untuk membuka ruangan parkir yang akan dioperasikan menjadi tempat wisata kuliner.

“upaya ini dilakukan agar dapat lebih menarik wisatawan,” katanya.
Kemudian untuk kenyamanan parkir, Walikota Bandung merencanakan untuk membuat lift parkir di gedung parkir mall-mall yang ada di Bandung. Dengan adanya lift parkir diharapakan agar dapat memaksimalkan lahan yang sempit menjadi ruangan parkir. Walikota Bandung juga mulai mengoperasikan sistem parkir online agar dapat lebih memantau kendaraan yang diparkir sehingga kenyamanan publik dapat ditingkatkan.

“Bandung harus menjadi zero complain city,” tandas Emil. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.