Rabu, 25 Mei 22

Wali Kota Madiun Bungkam Usai Diperiksa KPK

Wali Kota Madiun Bungkam Usai Diperiksa KPK
* Walikota Madiun Bambang Irianto.

Jakarta, Obsessionnews.com – Wali Kota Madiun Bambang Irianto bungkam ditanya wartawan usai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Pasar Besar Kota Madiun 2009-2012 pada Selasa (8/11/2016).

Bambang yang menjalani pemeriksaan kurang lebih dari 8 jam itu tidak menjawab satu pun pernyataan wartawan, meski dihadang dari pintu keluar lobi gedung KPK.

Keluar dari gedung KPK sekitar pukul 18.00 WIB dengan dikawal beberapa ajudannya, Bambang langsung bergegas masuk ke dalam mobil tumpangannya. Sebelumnya usai diperiksa Bambang menunggu sejenak di ruang tunggu karena sedikit kelelahan.

Untuk pertama kalinya KPK melakukan pemeriksaan terhadap Bambang setelah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Besar Kota Madiun 2009-2012.

KPK menetapkan Wali Kota Madiun 2009-2014 dan 2014-2019 iotu sebagai tersangka korupsi pembangunan pasar besar Madiun 2009-2012 senilai Rp 76, 523 miliar sejak 17 Oktober 2016.

KPK menjerat Bambang Pasal 12 huruf i atau Pasal 12B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kasus itu sebenarnya pernah diselidiki Kejaksaan Negeri Madiun pada 2012. Penyelidikan berhenti karena pejabat Kejari Madiun saat itu dipindah ke Kejaksaan Agung.

Penyelidikan kemudian diteruskan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, namun terhenti karena menilai pembangunan proyek fisik belum selesai.

Setelah ditetapkan tersangka, penyidik langsung menggeledah sejumlah tempat antara lain kantor Dinas Pekerjaan Umum Kota Madiun, kantor Walikota Madiun, rumah dinas dan rumah pribadi Walikota Madiun Bambang Irianto, PT Cahaya Terang Setata dan PT Lince Romauli Raya di Jakarta. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.