Minggu, 28 November 21

Wali Kota Bandung Kunjungi Pasien-pasien Rumah Sakit

Wali Kota Bandung Kunjungi Pasien-pasien Rumah Sakit

Bandung, Obsessionnews – Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil kembali mengunjungi pasien-pasien rumah sakit. Kali ini, ia mendatangi Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung, Jl. K.H. Ahmad Dahlan No. 53, Kamis (23/6/2016).

Ridwan mengunjungi 21 pasien rawat inap kelas 3 dan pasien hemodialisa di rumah sakit berkapasitas 178 tempat tidur tersebut. Sasarannya adalah pasien-pasien yang berasal dari kelas ekonomi menengah ke bawah penerima BPJS.

emil - pasien 2

Salah satu pasien yang dikunjungi Ridwan adalah pasien hemodialisa, Sariningsih. Warga Kecamatan Antapani ini telah 2 tahun menjalani cuci darah.

Ia mengaku senang dapat bertemu dengan Wali Kota Bandung. “Biasanya saya lihat di TV, sekarang bisa lihat langsung. Rasanya asa gimana, gitu,” tutur Sariningsih sembari terharu.

Ibu rumah tangga ini setiap dua minggu sekali harus menjalani cuci darah karena gagal ginjal yang dideritanya.

emil - pasien 3

Ia merasa termotivasi oleh kehadiran Wali Kota Bandung. “Sing enggal damang nya, Bu,” ujar Ridwan usai memberikan santunan kepada Sariningsih.

Sembari melihat kondisi pasien, Ridwan juga mengecek kondisi fasilitas rumah sakit. Pada beberapa sudut rumah sakit, Ridwan menyarankan kepada Direktur Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung, Tety H. Rahim untuk memajang lukisan-lukisan.

“Lukisan itu punya pengaruh psikologis terhadap pasien. Jadi dipasang aja lukisan alam, bunga, pegunungan, gitu Bu. Beli aja lukisannya di Jalan Braga,” kata Ridwan.

emil - pasien 4

Ini adalah hari kedua Ridwan melakukan kunjungan ke rumah sakit selama bulan Ramadan.

Rencananya, ia akan mengunjungi 10 rumah sakit untuk menjenguk pasien-pasien yang berasal dari Kota Bandung. Tujuannya untuk memberikan dukungan moriil kepada mereka yang tengah menghadapi cobaan. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.