Selasa, 19 Oktober 21

Waktu Dekat Ini, Anies akan Bertemu Jokowi

Waktu Dekat Ini, Anies akan Bertemu Jokowi
* Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno (foto: tribunnews.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Anies Baswedan dan Sandiaga Uno telah resmi dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/10/2017) kemarin sore. Namun, pelantikan Anies di Istana oleh Presiden Jokowi sebenarnya bukan hal yang baru.

Sebab tiga tahun lalu tepatnya pada 27 Oktober 2014, Anies dilantik sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

Berita tentang pelantikan Anies sebagai Gubernur DKI menjadi trending topic di mesin pencari Google. Pantauan Obsessionnews.com di Google Trends wilayah Indonesia, Selasa (17/10) pukul 13.43 WIB berita ini ditelusuri lebih dari 50.000 kali.

Sayangnya, umur jabatan Anies sebagai Mendikbud berlangsung cukup singkat. Anies dicopot oleh Jokowi dalam reshuffle kabinet jilid II, pada 27 Juli 2016. Posisinya digantikan oleh kader Muhammadiyah, Muhadjir Effendy. Tak pernah ada penjelasan dari Jokowi atau pihak Istana terkait alasan pencopotan Anies.

Tak lama setelah dicopot, Anies mencoba peruntungannya di kancah pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Ia berpasangan dengan Sandiaga Uno, pengusaha yang juga kader Partai Gerindra. Pengusungan Anies mendapatkan dukungan penuh dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Akhirnya pasangan Anies-Sandi menjadi jawara di dalam Pilkada DKI 2017. Lalu pasangan tersebut dilantik oleh Jokowi di Istana Negara. Usai prosesi pelantikan, Anies sempat berbincang cukup lama dengan Jokowi. Ia mengaku, mendapatkan wejangan dari Presiden Jokowi. Dalam waktu dekat, Anies dan Sandi akan menghadap Presiden Jokowi.

“Presiden tadi menyampaikan, dalam satu dua hari ini, untuk bertemu, dan Insya Allah kami siap untuk bertemu Presiden,” ujar Anies.

Anies merasa tak banyak perbedaan saat dilantik sebagai gubernur maupun sebagai menteri Jokowi. Sebab, pelantikan sama-sama digelar di Istana Negara dan dipimpin langsung oleh Presiden. “Bedanya hanya di jas, yang satu hitam, satu putih,” ucap Anies.

Anies-Sandi Sebagai Jawara di Pilkada DKI 2017

Anies-Sandi tampil sebagai jawara pada Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua yang dihelat Rabu (19/4). Anies-Sandi unggul di semua wilayah dengan meraih suara 57,96%. Mereka mengalahkan Gubernur dan Wakil Gubernur petahana DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat yang meraup suara 42,04%.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI mengesahkan hasil rekapitulasi penghitungan suara tingkat provinsi dalam rapat pleno di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Minggu (30/4) dini hari.

Ketua KPU DKI Sumarno mengatakan, Ahok-Djarot yang bernomor urut dua memperoleh 2.350.366 suara, sedangkan Anies-Sandi yang bernomor urut tiga mendapat 3.240.987 suara dengan total suara sah 5.591.353.

Rincian suara tersebut adalah di Kepulauan Seribu AhokDjarot memperoleh 5.391 suara (38%), sedangkan Anies-Sandi memperoleh 8.796 suara (62%) dengan total 14.187 suara sah.

Di Jakarta Utara, Ahok– Djarot mendapat 418.068 suara (47%), sedangkan Anies-Sandi mendapat 466.340 suara atau 52% dengan total 884.408 suara sah.

Di Jakarta Pusat, Ahok– Djarot meraih 243.416 suara (42%), sedangkan Anies-Sandimeraih 333.033 suara (57%) dengan total 576.449 suara sah.

Di Jakarta Barat, Ahok– Djarot meraup 611.759 suara (47%), sedangkan Anies-Sandi meraup 684.980 suara (52%) dengan total 1.296.739 suara sah.

Di Jakarta Timur, Ahok-Djarot menggondol 612.093 suara (38%), sedangkan Anies-Sandi menggondol 993.174 suara (61%) dengan total 1.605.266 suara sah.

Di Jakarta Selatan, Ahok-Djarot mendapat 459.639 suara, sedangkan Anies-Sandi memeroleh 754.665 suara atau (62%) dengan total 1.214.304 suara sah.

Ahok-Djarot diusung PDI-P, Golkar, Nasdem, dan Hanura sebagai calon gubernur pada Pilkada DKI 2017. Ahok-Djarot bersaing dengan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Agus-Sylvi diusung Partai Demokrat, PPP, PAN, dan PKB. Sedangkan Anies-Sandi diusung Gerindra dan PKS.

Agus-Sylvi mendapat nomor urut 1, Ahok-Djarot memperoleh nomor urut dua, dan Anies-Sandi mendapat nomor urut 3.

Pemungutan suara dilakukan pada 15 Februari 2017. Kubu Ahok-Djarot menargetkan menang satu putaran. Tetapi, kenyataan tak semanis harapan.

KPU DKI  Senin (27/2) mengumumkan hasil rekapitulasi penghitungan suara, yakni Agus-Sylvi memperoleh  937.955 suara atau 17,05%, Ahok-Djarot mendapat 2.364.577 (42,99%) dan Anies-Sandi  memperoleh  2.197.333 ( 39,95%).

Ketiga pasangan calon (paslon) tidak ada yang memperoleh suara lebih dari 50 persen sebagai persyaratan untuk ditetapkan sebagai gubernur dan wagub sebagaimana ditetapkan dalam UU 29/2007 tentang Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. Untuk itu pada rapat pleno Sabtu (4/3) KPU DKI memutuskan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi maju di putaran kedua pada Rabu (19/4). (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.