Rabu, 20 Oktober 21

Wakil Walikota Pontianak Lakukan Terobosan Tata Kelola Pembangunan

Wakil Walikota Pontianak Lakukan Terobosan Tata Kelola Pembangunan

Pontianak – Ir. Edi Rusdi Kamtono, MM, MT terpilih sebagai Wakil Walikota Pontianak pada 2013 dengan perolehan suara cukup signifikan, yakni 52,7% total pemilih suara sah. Pengalamannya dimulai dari staf di Dinas Pekerjaan Umum Kota Pontianak periode 1992 – 2013, lalu dipercaya sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pontianak selama 7 tahun. Jam terbangnya yang cukup tinggi itu membuatnya memahami pembangunan dan tata kelola kota.

Kamtono bersama kepala daerah mempunyai visi dan misi dalam pembangunan. Dasar tersebut tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota Pontianak 2014-2019. Wakil Walikota melaksanakan amanah Undang-undang 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah, yaitu wakil kepala daerah bertugas membantu kepala daerah dalam menjalankan tugasnya baik itu berupa urusan wajib maupun pilihan. Sesuai dengan tugas dan fungsi serta wewenangnya Wakil Walikota menanggani beberapa bidang, yakni bidang kepemudaan, lingkungan hidup dan seni budaya.

“Selain itu, mengawasi kinerja aparatur di kecamatan dan kelurahan, menindaklanjuti hasil pemeriksaan audit keuangan dan meningkatkan kinerja pegawai pemerintah Kota Pontianak,” tutur Kamtono kepada obsessionnews.com di ruang kerjanya, Kamis (29/1).

Lulusan teknik arsitektur Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo tahun 1990 tersebut mengatakan, bertekad membangun tata kota yang bagus, baik, bersih dan nyaman bagi masyarakat. Kota yang nyaman adalah kota dengan penataan jalan raya yang bagus, dan terdapat taman-taman kota yang menghiasi pinggiran jalan, sehingga kota menjadi indah dan teduh.
“Kota Pontianak saat ini memiliki wilayah hijau atau ruang terbuka hijau (RTH) sebagai ikon paru-paru kota, seperti alun-alun kapuas, bundaran Kantor Pos, Masjid Raya Mujahidin, track jogging Untan dan arboretum Untan,” ucapnya.

Selain itu dia juga bertekad akan merealisasikan jalan paralel antar Kota, jalan tol di jembatan Kapuas 1 dan Landak, serta mendorong terwujudnya Auto Ring Road sebagai upaya untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas dan perkembangan wilayah.

“Permasalahan kota sangat kompleks, terutama masalah sampah, drainase, transportasi, dan air bersih,” ujarnya.

Di bidang sarana air bersih, Pemerintah Kota Pontanak berusaha meningkatkan kapasitas dan kualitas airnya dengan total investasi sebesar Rp 400 miliar. Diharapkan pada 2016 tingkat layanan air bersih mencapai 2.500 meter/detik dan bisa menyuplai air bersih ke Kabupaten Kubu Raya yang merupakan daerah pemekaran wilayah dari Kota Pontianak.

Target pembangunan tahun ini bukan hanya terfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembangunan pendidikan, kesehatan dan kemiskinan menjadi perhatian yang serius. Kota Pontianak optimis di tahun 2019 angka kemiskinan bisa ditekan menjadi 5,2 %. (Ahmad Saufi)

Related posts