Kamis, 21 Oktober 21

Wakil Ketua DPR Usulkan Roby dan Busryo Pimpin KPK

Wakil Ketua DPR Usulkan Roby dan Busryo Pimpin KPK

Jakarta, Obsessionnews – Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto dari Fraksi Partai Demokrat mengusulkan agar DPR melalui Komisi III DPR segera mempercepat proses seleksi dua calon pimpinan Komisi Bemberantasan Korupsi (KPK) Busryo Muqoddas dan Robby Arya Brata, mengingat kondisi KPK saat ini sudah terancam lumpuh akibat konflik dengan Polri.

Agus menginginkan, dua calon pimpinan KPK yang telah diajukan oleh Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono itu segera disetujui oleh DPR, agar kinerja KPK tidak terbebani dengan ditetapkannya Ketua KPK Abraham Samad dan Wakilnya Bambang Widjojanto sebagai tersangka.

“Itu lebih baik sekarang Buysro dan Robby didorong di DPR untuk disetujui DPR,” ujar Agus di DPR, Rabu (18/2/2015).

Dengan ditetapkannya Abraham dan Bambang sebagai tersangka, maka dimungkinkan pimpinan KPK tinggal dua orang yakni Adnan Pandu Praja dan Zulkarnain. Sebab, sesuai UU KPK, semua pimpinan harus mengundurkan diri dari Jabatanya jika ditetapkan sebagai tersangka.

Politisi Partai Demokrat itu khawatir‎ bila pimpinan KPK hanya tersisa dua orang, maka segala putusan yang akan diambil akan cacat hukum. Selain itu, kinerja KPK juga semakin lemah lantaran Zulkarnain dan Adnan Pandu tugasnya dalam wilayah pencegahan korupsi, bukan penindakan. “Bila hanya dipimpin dua orang saja, kinerja KPK tidak akan maksimal,” terangnya.

Untuk itu lanjut Agus Presiden Joko Widodo diminta segera mengambil tindakan yang cepat. Menurutnya ada solusi yang harus dilakukan oleh Presiden. Pertama pembentuk Panitia Seleksi, kedua menerbitkan Peraturan Pemerintah Penganti Undang-Undang (Perppu). Meski demikian, keduanya solusi tersebut juga masing-masing memiliki kelemahan.

“Jika membentuk pansel maka enggak bisa cepat. Sedangkan kalau bentuk perppu memang cepat, tapi harus diuji melalui DPR. Kalau tidak disetujui maka gugur,” jelasnya.

Diketahui, ‎jelang masa akhir Pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu, Presiden SBY mengusulkan dua nama pimpinan KPK Roby dan Busryo untuk segera dilakukan uji kelayakan dan kepatutan di DPR. Namun, Komisi III memutuskan untuk proses seleksi. DPR ingin proses seleksi keduanya dilakukan bersama dengan empat pimpinan KPK lainya yang berakhir pada Agustus 2015 tahun ini. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.