Minggu, 28 November 21

Wakapolri Bentuk Tim Pulangkan WNI yang Terjebak di Yaman

Wakapolri Bentuk Tim Pulangkan WNI yang Terjebak di Yaman

Jakarta, Obsessionnews – Kondisi Yaman saat ini sedang bergejolak, semenjak Milisi Houthi yang berjuang untuk mendapatkan peningkatan otonomi di Provinsi Saada, dan perang saudara pun tak terelakkan. Akibat dari perang itu, masih terdapat ribuan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada disana dan belum dapat dievakuasi lantaran keamanan di Yaman tidak kondusif karena perang saudara.

Menanggapi itu, Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti telah membentuk tim khusus untuk diberangkatkan ke Yaman guna mengevakuasi WNI yang terjebak dikonflik saudara tersebut.

Hal tersebut dikatakan oleh Karopenmas Div Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Agus Rianto kepada wartawan dikantornya, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2015).

“Terkait situasi sampai ini, bapak Wakapolri sudah memerintahkan tim untuk membantu percepatan pemulangan WNI yang masih cukup banyak, sekitar lebih dari 2.000 yang masih disana,” kata Agus.

Agus mengungkapkan, apabila pada 1 April. 2015 besok tidak ada halanggan, makan tim yang terdiri dari 7 orang tersebut akan bertolak ke Yaman. Anggota yang diterbangkan tersebut akan bertahan selama dua minggu kedepan guna mempersiapkan evakuasi.

“Mungkin yang sekarang dibutuh itu buat mengamankan WNI yang disana. Tahap pertama akan di tampung di kedutaan-kedutaan yang ada. Polri diminta untuk mengirimkan tim dalam rangka pengamanan,” kata dia.

Agus menjelaskan, tim yang berjumlah tujuh personil itu, terdiri dari lima pria dan dua wanita yang berasal dari gabungan di berbagai fungsi tugas kepolisian.”Tim tersebut akan ditempatkan di dua lokasi yang menjadi titik rawan konflik yakni Yemen dan sekitar Oman,” terangnya.

Kemudian, lanjut Agus, tim itu akan bertugas selama lebih kurang dua minggu atau sesuai dengan situasi yang ada di negara itu. Mereka akan membantu proses pemulangan WNI yang masih terjebak konflik disana.

Agus mengaku, pihaknya saat ini tetap akan bekerjasama dengan Kemenlu dan juga Interpol untuk merumuskan cara-cara pemulangan sekira 2686 WNI yang masih ada disana. “Yang penting kita mempersiapkan tim untuk evakuasi dulu, masalah pergeseran nanti Kemenlu dan Kedubes di wilayah setempat akan bicarakan,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, Kondisi pemerintahan Yaman memang sedang bergejolak. Kelompok militan Houthi dan Syiah dilaporkan telah berhasil menggulingkan pemerintahan Presiden Hadi dengan menguasai Istana Kepresidenan Yaman pada Rabu, 21 Januari 2015.

Akibat hal tersebut, Presiden Hadi harus kabur dari Istana Kepresidenannya karena dijadikan tahanan rumah oleh militan Houthi dan Syiah. Setelah kabur, Presiden Hadi melakukan perjalanan ke Kota Aden. Di sana, dia bertemu dengan pendukungnya yang menolak dewan kepresidenan buatan Houthi. (Purnomo)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.