Jumat, 24 September 21

Wakaf Usman bin Affan Terus Beranak Pinak

Wakaf Usman bin Affan Terus Beranak Pinak

Jakarta, Obsessionnews – Ini bukan misteri, tapi benar terjadi. Peristiwanya 1400 tahun yang lalu, namun rekam jejaknya masih ada sampai saat ini.

Kisahnya begini. Pada masa itu, sedang berlangsung musim paceklik. Kekeringan melanda Madinah beberapa tahun setelah Kaum Muhajirin meninggalkan Mekkah.

Satu-satunya yang mampu menyuplai kebutuhan air bersih hanya sumur bernama Bi’ru-rumah milik seorang Yahudi. Disebut-sebut, dia seorang kikir dan cuma mau berbagi air dengan cara jual-beli saja.

Mendengar laporan dari umatnya, Nabi Muhammad SAW kemudian mengumpulkan para sahabatnya kemudian bertanya : “siapa yang mau membeli sumur tersebut untuk kebutuhan umat?”

Tanpa pikir panjang, Sayyidina Usman bin Affan yang merupakan pebisnis ulung dan kaya raya menyanggupi permintaan Rasul tersebut. Kemudian, dia mendatangi si Yahudi untuk membeli sumur itu.

Si Yahudi tak mau menjual sumur miliknya. Sayyidina Usman pun mengajukan tawaran membeli sumber air tersebut setengahnya saja. Artinya, satu hari sumur dikuasai Yahudi, di hari berikut sumur dimiliki Usman. Kesepakatan pun tercapai di antara keduanya.

Usman bin Affan pun mengumumkan kepada umat Islam di Madinah tentang kesepakatan itu dan meminta agar semua orang mengambil air sebanyak-banyaknya saat hari di mana sumur dimilikinya.

Singkat kisah, lantaran saat Bi’ru-rumah dikuasai si Yahudi namun tak menghasilkan uang, akhirnya sumur tersebut dijual secara keseluruhan kepada Sayyidina Usman seharga 20 ribu dirham atau setara Rp 20 milyar untuk saat ini.

Bermula dari sumur, kemudian Sayyidina Usman membeli sebidang lahan kebun untuk diwakafkan lagi. Perawatannya pun dilakukan dengan baik.

Pada masa pemerintahan Daulah Usmaniyah atau yang lebih dikenal sebagai Turki Usmani, kebun wakaf Usman juga dirawat dengan baik. Setelah kerajaan Saudi Arabia berdiri, perawatan berjalan semakin baik. Dikabarkan, tumbuh sekitar 1.550 pohon kurma di atas lahan tersebut.

Raja Saudi memerintahkan agar pengelolaan kebun wakaf tersebut dilakukan Kementerian Pertanian. Hasilnya dibagi dua. Separuh dibagi kepada yatim-piatu dan fakir miskin, setengahnya lagi disimpan di rekening bank atas nama Usman bin Affan yang dipegang Kementerian Wakaf. Ini, terus dilakukan sampai saat ini.

Separuh dari hasil kebun kurma yang disimpan di rekening bank rupanya terus membengkak hingga akhirnya cukup untuk membeli sebidang tanah di areal eksklusif bernama Markaziyah dekat Masjid Nabawi, Madinah.

Di lahan yang menurut Dinas Tata Kota Madinah diatasnamakan Usman bin Affan, saat ini tengah berlangsung pembangunan hotel megah berbintang lima. Sumber pendanaannya, ya dari rekening sayyidina Usman tadi.

Setelah pembangunan rampung nanti, menurut rencana hotel milik Usman bin Affan tersebut bakal disewakan ke pengelola ternama. Pendapatan setiap tahun, diperkirakan mencapai 50 juta riyal atau setara Rp 150 milyar.

Hasil dari hotel, pengelolaannya akan tetap sama. Separuh untuk yatim-piatu dan fakir miskin, setengahnya lagi disimpan di rekening milik Sayyidina Usman bin Affan. (Mahbub Junaidi/ Dari Berbagai Sumber)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.