Rabu, 15 Juli 20

Wajib Dikenali, Ini 7 Tanda-tanda Orang Punya Karakter Predator Seks

Wajib Dikenali, Ini 7 Tanda-tanda Orang Punya Karakter Predator Seks
* Ilustrasi predator seks. (Foto: Reqnews)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kejahatan predator seks bisa mengancam siapa saja untuk menjadi korban, tak pandang usia dan jenis kelamin. Seorang predator seks bisa menyasar semua orang tanpa pandang bulu selagi ada kesempatan.

Seperti halnya kasus seorang mahasiswa Indonesia di Inggris, Reynhard Sinaga (36). Tak ada yang menyangka, Reynhard yang dikenal pendiam itu nekad menjadi predator seks dengan korban setidaknya 48 laki-laki. Bahkan korbanya diduga mencapai ratusan orang.

Untuk itu setiap orang harus hati-hati dengan lingkungan masing-masing, terutama orang tua untuk bisa menjaga anak-anaknya. Banyak orang yang dikenal pendiam, anak baik, namun di balik itu ia punya perilaku menyimpang, dan bisa menjadi monster yang menakutkan.

Terapis Leonie Adamson mengungkapkan ada beberapa tanda predator seksual yang bisa dikenali. “Mereka dapat menggunakan banyak kontrol dan kekuasaan,” kata Leonie Adamson yang memiliki praktik klinis spesialisasi dalam pelecehan seksual seperti dikutip dari Healthista, Selasa (14/1/2020).

Berikut tanda-tanda predator seks seperti yang diungkapkan oleh Leonie Adamson:

1. Memberikan Perhatian di Tahap Awal

Pada tahap awal hubungan, predator seks akan memberikan banyak perhatian. Mereka mungkin akan menelefon berkali-kali dan mengirimkan pesan singkat yang menunjukkan betapa mereka peduli pada Anda.

Beginilah cara pelaku mulai membangun rasa ketergantungan korban. Pelaku berusaha tampil sebagai sosok yang membuat korban merasa dicintai, dilindungi, dan dihormati.

2. Memanipulasi Korban 

Setelah tahap awal berjalan mulus, mereka akan menggunakan bahasa manipulatif untuk membuat korban merasa bersalah. Awalnya si predator akan mengejek penampilan korban dari pakaiannya, teman-temannya, atau hal apa pun yang tidak memenuhi harapannya.

Ketika korban marah, pelaku akan memutarbalikkan fakta sehingga membuat si korban seperti orang yang jahat. Pada akhirnya, hal ini membuat korban merasa bersalah dan meminta maaf pada predator.

3. Pelaku Membuat Semuanya Terlihat Normal

Korban mulai menerima bahwa perlakuan pelaku yang mengejek penampilannya adalah hal yang normal. Siklus pelecehan pun dimulai.

4. Pelaku Merasa sebagai Korban

Dalam hal ini, pelaku berperan menjadi korban atau playing victim. Saat terjadi masalah karena pelecehan seksual, mereka akan menyalahkan korban. Tidak pernah mengambil tanggung jawab dan tidak peduli membuat pelaku terkadang seperti seorang yang narsis.

5. Mengejek Secara Seksual

Seorang predator seksual tidak peduli pada perasaan korbannya. Dia akan membuat komentar seksual yang melecehkan. Dia juga berusaha mengetahui setiap detail masa lalu korbannya agar bisa direndahkan dan diejek. Ilustrasi laki-laki dan perempuan

6. Mengabaikan Batas Secara Seksual

Dia mulai mengabaikan batas secara seksual dan memaksa korbannya untuk melakukan hal-hal yang tidak nyaman. Saat melakukannya, pelaku juga terkadang merekam dan mengancam akan menyebarkannya agar korban terjebak dalam hubungan itu.

7. Membuat Korban Menjauh dari Keluarga dan Teman-Teman

Dia meyakinkan bahwa perilakunya baik-baik saja dan dia mencintai korban. Dari sini, dia akan membuat korban kehilangan rasa percaya diri dan perlahan menjauh dari keluarga dan teman-temannya. Bagi pelaku, orang-orang terdekat korban adalah ancaman. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.