Sabtu, 18 September 21

Wahai Rini dan Dwi, Jangan Seret Presiden!

Wahai Rini dan Dwi, Jangan Seret Presiden!
* Yusri Usman.

Jakarta, Obsessionnews – Pertamina Energy Service (PES) belum bubar. Cuma dinonaktifkan saja aktivitasnya. Bahkan, semua personil masih lengkap dan nongkrong di Singapura.

Berdasar hasil audit, soal periode yang sudah diumumkan pada Senin (9/11) lalu, dianggap tak bisa menggambarkan secara utuh hingga menjadi bahan pertimbangan pembubaran PES. Menurut pengamat energi Yusri Usman, seharusnya audit forensik dikerjakan sejak anak perusahaan PT Pertamina ini difungsikan sebagai pengimpor bahan bakar minyak (BBM) dan minyak mentah tahun 2004 sampai September 2008.

“Saat dibentuknya ISC (Integrated Supply Chain) sebagai Pengendali PES dan priode 2009 sd 2014 , kemudian priode paskah dinonaktifkannya fungsi PES pd Januari 2015,” kata Yusri kepada obsessionnews.com melalui pesan singkat, Rabu (11/11).

Yusri menambahkan, seharusnya dalam menjelaskan hasil audit forensik pada Senin lalu, dijelaskan dengan detil bagaimana tata kelola dalam proses pengadaan minyak sejak awal. Perinciannya, termasuk peran dan fungsi PES serta ISC. Juga, mekanisme hubungan antara kedua fungsi tersebut.

Selanjutnya, Pertamina juga menjelaskan siapa yang bertugas mengevaluasi tender, pembuat harga patokan, serta penentu pemenang hasil tender. Jika terjadi kebocoran, maka sumber pun bisa diketahui dengan mudah.

Seandainya ISC menjadi pembuat harga patokan dan bocor ke pihak ketiga, Yusri bilang tak tepat PES yang dikorbankan.

“Saran saya Direksi Pertamina harus jujur ke publik untuk ungkap semua ini. Jangan ada kebohongan. Kalau benar ada mafia migas seperti dituduhkan, segeralah laporkan ke penegak hukum,” jelas dia.

Pada paparannya Senin lalu, Dwi Soetjipto mengatakan, soal siapa pelaku dibalik permainan ini, dia tak bisa membeberkannya ke publik. Sebab ini bukan wewenangnya.

Menanggapi sikap Dwi ini, Yusri bilang tak perlu meminta pertimbangan Presiden. Kalau ini dilakukan, berarti Dirut Pertamina dan Menteri BUMN sudah menyeret pimpinan negara ke ranah yang sebenarnya kewenangan koorporasi.

“Bisa jadi bola liar oleh elit-elit politik,” ujar Yusri. (Mahbub Junaidi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.