Jumat, 30 Oktober 20

Wahai Para Pancasilais Gadungan dan Intoleran Gadungan

Wahai Para Pancasilais Gadungan dan Intoleran Gadungan

Oleh: Habil Marati, Anggota DPR RI 1999-2009

 

Bak di musim jamur secara masive dan sistimatis baik secara sendiri sendiri, maupun secara kelompok bahkan institusi negara pun ikut ikutan mengklaim bahwa mereka atau Kelompok/golongan mereka adalah yang paling Pancasilais, Paling Tolerans dan Paling Bhineka. Klaim mereka mereka ini atau klaim Kelompok mereka atau institusi mereka ini telah melahirkan intimidasi pada umat Islam yang holistik dan taat pada Alquran dan Hadits sebagai kelompok warga negara Radikal, anti Pancasila, Intoleran dan anti Kebhinekaan, bahkan HTI pun dituduh mau merubah Pancasila dengan Syariah, ini semua menunjukan bahwa seseungguhnya mereka mereka ini lah sedang frustrasi dan mencari sesuap Nasi dengan cara mereka menjual jargon Pancasilais pada China china Konglomerat dengan mengatakan bahwa usaha mereka, etnis mereka hanya aman di tangan kelompok mereka, karena mereka adalah Penjaga Pancasila dan Toleran, pada hal mereka ini adalah pancasila dan toleran hanya urusan perut dan materi, mereka ini terdiri EMPAT kelompok yaitu :

1. Kelompok Munafik rela menjual Aqidahnya dan menjadi Pancasila gadungan dan toleransi Gadungan, 2. Kelompok minoritas Agama tertentu, kelompok ini adalah kelompok yang cenderung anti Islam dan tidak mau melihat Islam mayoritas di Negara ini, kelompok ini bergerak untuk memurtadkan Umat Islam, dan mereka juga Pancasilais gadungan dan Toleran gadungan, sedangkan kelompok KETIGA adalah kelompok Sekuler Komunis, kelompok ini adalah kelompok yang memiliki agenda konstitusi idiologi untuk merebut infrastruktur kekuasaan melalui partai politik pragmatis dan kapitalistik, mereka mereka ini pancasilais gadungan dan beragama pun gadungan, dan terakhir adalah Kelompok Ke EMPAT, kelompok ke empat ini adalah kelompok gabungan 1,2,3 dan 4, mereka inilah yang selama ini bergerak di bawah baju kotak kotak, kita masih ingat Ahok pernah mengatakan bahwa Pancasila belum punya atap kalau minoritas belum jadi president dan yang dimaksud minoritas di sini tidak hanya dalam konteks agama tapi juga dalam konteks Etnis, dan Idiologi, maknanya adalah bahwa Pancasila belum punya atap jika : Non muslim belum jadi president, Atheis belum jadi president, sekuler belum jadi president dan Komunis belum jadi president, jadi siapa sebenarnya yang Radikal dan anti Pancasila di NKRI ini ?.

UMAT ISLAM DAN ORMAS ISLAM JADI KORBAN

Mengapa Ahok yang menistakan Alquran kok Umat Islam atau Ormas Islam yang jadi sasaran tuduhan dan Fitnah Radikal dan Intoleran? bukan kah Umat Islam hanya meminta keadilan secara konstitusi hukum publik terhadap Ahok agar ahok diproses secara hukum dan adil? apakah Umat Islam atau Ormas Islam bisa di cap Radikal, Intoleran dan anti Pancasila hanya karena meminta Ahok di adili?. Dari spektrum perlakuan hukum terhadap Ahok ada tangan tangan invisible yang bekerja secara masive, sistimatis dan terstruktur untuk menjadikan Pilkada DKI sebagai momentum menjadikan pancasila memiliki ATAP, seperti apa konstruksi ATAP Pancasila itu ?, di atas sudah saya sampaikan bahwa ATAP Pancasila itu adalah ISME ISME seperti Komunisme, Sekularisme dan Kolonialisme dan Atheisme mereka ingin memaksakan kehendak dengan cara ingin merobah haluan negara tidak berdasarkan Pancasila dan ingin membangun sejarah baru bangsa Indonesia, sebab kelompok ini ingin mengubur sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia yang diperoleh berkat jihadnya Umat Islam. Mereka mereka teriak Pancasilais, Toleran dan Bhine ka tapi seseungguhnya mereka atau kelompok mereka adalah pancasilais Gadungan. Mereka ingin menjadikan Umat Islam, TNI dan Pancasila sebagai menara gading,

PANCASILA GADUNGAN VS PANCASILA PATRIOTISME

Semaraknya klaim klaim Pancasilais dan Toleransi bermunculan setelah Ahok menistakan surah Al-Maidah 51 di pulau Seribu, pada hal sebelum kejadian ini di beberapa Gereja di jakarta Ahok di klaim oleh Gereja sebagai Anak tuhan untuk memimpin Indonesia, menjadikan Ahok sebagai anak tuhan kalimat ini telah melukai perasaan umat Islam sebagai moyoritas di bangsa ini serta pemilik sejarah kemerdekaan Bangsa Indonesia tapi umat Islam tidak mau mencampuri Klaim gereja tersebut karena umat Islam berpikir itu adalah wilayah gereja, dalam pandangan saya ini bertentangan dengan Pancasila sila ke 1, menyajikan Ahok sebagai anak tuhan di tengah tengah mayoritas Umat Islam di NKRI ini adalah perbuatan intoleran, lalu setelah Ahok di pidana, tiba tiba kelompok mereka mengklaim sebagai Pancasilais, Tolerans dan Bhineka, Jadi kalau ada warga negara menginginkan Ahok di hukum di anggap tidak Pancasilais dan tidak tolerans, sementara mereka mengklaim ahok anak tuhan dinggap pancasilais dan tolerans?

Disamping itu paska Ahok di vonis 2 tahun penjara, mereka tidak bisa menerima, lalu mereka berdemo di Penjara Cipinang secara anarkis dan maki maki seseorang untuk minta Ahok di bebaskan bahkan mereka berdemo sampai jam 9 malam meskipun melanggar uu tapi pihak Kepolisian tidak melakukan tindakan apapun juga. Selama Indonesia merdeka baru pertama kali seorang Plt Gubernur memberikan jaminan penangguhan penahanan terhadap seseorang yang telah di vonis penjara oleh pengadilan, apakah ini tindakan pancasilais? Djarot tak ngerti hukum. Pada sisi lain memindahkan Ahok dari Penjara cipinang ke rumah tahanan Brimob bagi seseorang yang telah di vonis pidana oleh majelis hakim sejauh yg saya rasakan dan lihat secara hukum tidak di benarkan, ada apa sebenarnya memperlakukan Ahok ini istimewa secara hukum?.akhirnya kelihatan teriak teriak pancasilais, toleran dan bhineka tapi sesungguhnya mereka adalah Pancasila Gadungan.

Bagaimana dengan Umat Islam, meskipun dalam Alquran Allah menciptakan umat Islam adalah sebaik baik umat, tapi tidak menjadikan Umat Islam jadi sombong dan angkuh, justru Umat Islam menjadi sasaran fitnah keji seperti Radikal, khilafah, anti Pancasila dan Intoleran dan anti Bhineka. Bagi Umat Islam untuk dapat menjadikan Pancasila sebagai Idiologi Negara serta memiliki jiwa patriotisme jika Umat Islam sungguh sungguh mempraktekan dan menjalankan syariat Islamnya sesusi Alquran dan Hadits, tidak mungkin Umat Islam berjihad melawan penjajah Belanda kalau waktu itu Umat Islam tidak menjalankan syariat Islamnya dengan sungguh sungguh , demikian juga umat Islam menerima Pancasila sebagai idiologi Negara karena memahami syariat Islamnya dengan benar dan Istiqomah, ketika saya masih di DPR dulu ada pembahasan UU bank syariah anggota DPR dari partai PDS ( Kristen) Walk Out, ini artinya hanya warga negara yang menjalankan syariat agamanya dengan baik adalah benar benar menjadi Pancasilais sejati dan toleran. Ketika Jaksa penuntut Umum menuntut Ahok 1 tahun dengan 2 tahun masa percobaan, apakah umat Islam anarkis, Radikal? apakah Umat Islam menyerbu Kejaksaan ? Kan tidak? Lalu kenapa tiba tiba muncul yang mengklaim diri sebagai pancasilais pada hal mereka baru saja anarkis dan Radikal di penjara cipinang.

KHILAFAH SESUNGGUHNYA DAN REAKSI DUNIA TERHADAP PUTUSAN HAKIM

HTI di tuduh mau mendirikan Khilafah di Indonesia, tuduhan ini muncul dengan arus yg sangat dahsat, tapi anehnya tuduhan Khilafah pada HTI muncul kembali mendekati detik detik Vonis Pada Ahok. Apa ada korelasinya antara tuduhan pada HTI dengan kasus penistaan Alquran oleh Ahok?, bagaimana mungkin mengangkat tuduhan Radikal pada umat Islam, serta pada HTI mau mendirikan khilafah, hanya persoalan Umat Islam menolak Ahok jadi Gub DKI, apakah karena Umat Islam memegang teguh Aqidah dan Alquran dan AlHadits sebagai sesuatu yang Radikal dan tidak Pancasilais ? apa kah umat Islam salah kalau dalam politik dan demokrasi menjalankan syariat Agama Islam lalu di tuduh anti Pancasila Radikal dan macam macam itu, bukan kah Umat Islam tidak memilih Ahok karena telah melaksanakan sesuai dengan UUD45 pasal 29 ayat 2?.

Sekarang mari kita bicara khilafah sesungguhnya, ketika Ahok menistakan Alquran, sampai proses Pengadilan, tuntutan dan Vonis Hakim apakah pernah liga Arab bereaksi mempersoalkan dan membuat petisi terhadap perlakuan Penegak hukum terhadap Ahok??? Apakah parlemen negara negara Islam yang tergabung dalam OKI memberikan reaksi terhadap kasus Ahok ini? Kan tidak ada. Tapi lihat PBB, Parlemen Eropa, Parlemen Belanda sangat reaktif bahkan cenderung mencampuri sistem UU yang berlaku di Indonesia, cenderung mereka mau intervensi kedaulatan Hukum NKRI. PBB, Parlemen Eropa dan Parlemen Belanda jelas jelas menuduh umat Islam tidak toleran dan radikal, bahkan PBB minta agar UU yang mengatur penistaan Agama ditinjau ulang. Apakah PBB, Parlemen Erop dan Parlemen Belanda bereaksi atas dorongan sisi humanistik dan kemanusian Ahok? Jawaban saya: “Bukan!” Tapi reaksi PBB, Parlemen Eropa dan Parlemen Belanda ini didorong oleh ikatan Agama. Dan ini bisa dikatakan sebagai khalifah agama yang terselubung, Sesungguhnya Mereka lah yang membangun Khilafah, kalau seandainya Ahok itu Muslim lalu divonis 2 tahun penjara apakah PBB, Parlemen Eropa dan Belanda apa mereka akan bereaksi juga? No No No. (***)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.