Sabtu, 29 Januari 22

Wah, TKI Kirim Uang Triwulan I Capai US$3,12 Miliar

Wah, TKI Kirim Uang Triwulan I Capai US$3,12 Miliar

Jakarta, Obsessionnews Nilai kiriman uang alias remitansi tenaga kerja Indonesia (TKI) sepanjang Januari-April 2015 mencapai US$3,12 miliar, atau meningkat 15,5% dibandingkan periode sama tahun lalu sekitar US$2,63 miliar.

Total TKI yang mengirim uang terdiri atas TKI formal sebanyak 1.501.942 dan TKI informal 2.209.960 orang. Nilai remitansi tersebut terdiri atas TKI formal mencapai US$1,12 miliar, TKI informal US$1,04 miliar, dan TKI profesional US$960 ribu.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), pada 2015, remitansi TKI formal cenderung lebih besar dibandingkan TKI informal. Dari data remitansi tiga tahun terakhir, baru kali ini jumlah remitansi TKI formal lebih tinggi daripada TKI informal. “Hal ini merupakan bukti upaya pemerintah mendorong TKI untuk bekerja di sektor formal,” ujar Kepala BNP2TKI Nusron Wahid dalam siaran persnya, baru-baru ini.

Remitansi TKI yang masuk ke Tanah Air tersebut berpotensi lebih tinggi lagi, karena belum terhitung yang dikirim melalui jasa Wesel Pos, Western Union, dan pengiriman jasa perorangan lainnya. Potensi remitansi yang dapat dikirimkan TKI dari luar negeri sangat besar. Tetapi belum dapat seluruhnya tercermin dari pengiriman uang melalui lembaga resmi yang ada.

Sementara itu, Anggota DPR Komisi X Airlangga Hartarto mengatakan, dasar hukum dan komitmen pemerintah terkait P3DN sudah tertuang dalam Undang-Undang, Instruksi Presiden, dan Peraturan Menteri.

“Dari sisi tataran regulasi semua sudah ada,” katanya.

Airlangga menegaskan, perlunya pengawasan dan penega
Sementara itu, BNP2TKI bekerja sama dengan BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mensosialisasikan transaksi nontunai kepada CTKI/TKI dan keluarganya, antara lain mengenai pengiriman gaji secara account to account dari majikan kepada TKI. Dengan transaksi secara nontunai, diharapkan data remitansi akan tercatat di BI dan secara otomatis jumlah remitansi akan meningkat.

Nusron menjelaskan, pada Ramadan ini diasumsikan remitansi TKI akan meningkat. Oleh karena itu, pemerintah yang harus menggenjot program literasi keuangan, terutama untuk perencanaan keuangan agar dana yang dikirim TKI kepada keluarganya dapat digunakan untuk kepentingan investasi dalam bentuk membuka usaha di perdesaan, tidak semata-mata untuk dikonsumsi. “Biar ada hasil jerih payah TKI yang memberikan manfaat pembangunan ekonomi di perdesaan,” ungkap Nusron.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.