Rabu, 11 Desember 19

Wah, Ternyata Jas Donald Trump Buatan Indonesia!

Wah, Ternyata Jas Donald Trump Buatan Indonesia!
* Donald J Trump. (Foto: famousdc)

Washington, Obsessionnews.com – Setelah kampanye rasis antimuslim yang banyak dikecam banyak kalangan, calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald J Trump kembali menjadi sorotan publik.

Kali ini publik menyoroti jas ‘Amerika’ yang menjadi kebanggaannya. Trump yang memiliki merek dagang setelan jas sempat berujar jika pendukungnya akan mendapatkan tanda tangan Trump jika membeli pakaian tersebut di Amazon.

Namun, ‘belang’ Trump ketahuan setelah wartawan BuzzFeed, Daniel Wagner, menemukan adanya label ‘Made in Indonesia’ pada koleksi jas yang dijual tersebut.

”Koleksi the Donald J. Trump Signature di Amazon dideskripsikan impor dan buatan Amerika. Mereka tidak bisa berasal dari keduanya, kan?” katanya, seperti dilansir BuzzFeed, Rabu (24/8/2016).

Jas Trump

Jas Trump - 1

Untuk mejawab rasa penasarannya, BuzzFeed memesan dua setel jas. Hasilnya, di bagian kerah jas biru gelap ini ada tulisan “Made in Indonesia”.

Sontak, Wagner pun menyindir jika kampanye Trump yang selalu mengklaim dirinya seorang nasionalis sejati ternyata hanya bohong.

Selama berkampanye, Trump selalu ingin menguatkan kembali Amerika dengan meningkatkan ekonomi dalam negeri. Trump selama ini dikenal selalu membanggakan negaranya Amerika Serikat sebagai negara yang hebat.

Pengembang real estate, bintang televisi dan pemasok steak serta vodka itu juga berkampanye agar mencintai AS dengan membeli produk negara itu.

“Buat Amerika hebat lagi (dan Indonesia juga),” kata Wagner menyindir Trump.

Dari penelusuran BuzzFeed, Trump ternyata sering membuat produknya di luar negeri. BuzzFeed bahkan sempat mengunjungi satu pabrik di Honduras, yang para pegawainya hanya diberi beberapa dolar per hari untuk membuat pakaian Trump.

Di AS sendiri, Trump disebut tidak memberikan pekerjaan kepada orang Amerika. Pada bulan lalu, Trump membawa 78 orang dari negara lain untuk bekerja sebagai staf di klub pribadinya di Palm Beach. Ia beralasan, tidak ada orang Amerika yang tersedia untuk melakukan pekerjaan tersebut. (Fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.