Minggu, 20 September 20

Wah, Mantul! Ukiran Khat di Masjid Malaysia Dibuat oleh Orang Indonesia

Wah, Mantul! Ukiran Khat di Masjid Malaysia Dibuat oleh Orang Indonesia
* Masjid Ar-Rahman di Pulau Gajah, Sabak, Malaysia. (Foto: New Straits Times)

Kota Bharu, Obsessionnews.com – Masjid Ar-Rahman di Pulau Gajah, Sabak, Malaysia,  menjadi objek wisata baru karena arsitekturnya yang unik dan lokasinya yang strategis.

Gambar-gambar masjid yang menyerupai sebuah pulau kecil yang dikelilingi oleh sungai, telah menjadi viral dan menarik wisatawan.

Ketua komite masjid Hasan Mahmood mengatakan, masjid itu dibangun dengan biaya RM6 juta untuk menggantikan yang lama.

“Saya membahas dengan seorang pengusaha tentang perlunya membangun masjid baru. Dia setuju untuk membangunnya di atas lahan seluas 0,8ha di dekat masjid lama. Daerah itu adalah hutan bakau sebelum diubah menjadi apa yang sekarang tampak seperti pulau kecil,” ujar pria berusia 79 tahun seperti dilansir New Straits Times, Jumat (13/12/2019).

Konstruksi dimulai pada 2016 dan selesai dua tahun kemudian. Masjid unik ini dapat menampung 1.000 jamaah.

“Masjid itu kemudian diserahkan kepada Dewan Adat Agama dan Melayu Kelantan (Maik),” tuturnya.

Hasan menjelaskan, pengusaha dan istrinya menyumbangkan ide dan konsep arsitektur masjid.

“Mereka secara teratur mengunjungi masjid di Maroko, Indonesia, Turki dan Yaman, dan pasti terinspirasi oleh apa yang mereka lihat di sana. Misalnya, pilar tempat salat imam dibangun dari pohon-pohon palem dari negara Timur Tengah, dua pintu masuk berasal dari Yaman, gambar Alquran di langit-langit berasal dari Turki dan sebuah drum di halaman berasal dari Indonesia,” ungkapnya.

Bahkan ukiran khat di sekitar masjid dibuat oleh para ahli khat di Indonesia. Wah, mantul !

Hasan mengatakan setelah gambar menjadi viral, masjid menerima kunjungan dari wisatawan domestik dan asing yang ingin melihat arsitekturnya.

“Sebuah dermaga akan dibangun di dekat masjid untuk dikunjungi wisatawan dengan kapal,” tandasnya. (Vina)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.