Kamis, 6 Oktober 22

Wah, Gubernur Ganjar Kebanyakan Plesiran

Wah, Gubernur Ganjar Kebanyakan Plesiran

Semarang, Obsessionnews – Kunjungan kerja luar negeri Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menuai sentimen negatif segelintir masyarakat. Salah satunya, Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah, menilai “jalan-jalan” sangat tidak perlu.

Divisi Korupsi Anggaran dan Politik KP2KKN Jateng, Ronny Maryanto mengaku kecewa atas kunker Ganjar bersama istri dan Ketua DPRD Jawa Tengah, Rukma Setyabudi di tiga negara, yakni Suriname, Belanda, dan Jerman pada Minggu (27/9/2015) lalu.

Menurutnya, kunjungan tersebut menyedot anggaran cukup luar biasa. Total biaya diperlukan mencapai Rp 2,3 miliar. “Dari unsur pejabat saja ada 21 orang, belum lagi istrinya, ketua DPRD Jawa Tengah Rukma beserta istrinya hingga staf, penari-penari dan para koreografer,” ujar dia, Minggu (11/10/2015).

Terlebih, rentang waktu selama 13 hari dinilai terlalu lama untuk sebuah kunjungan kerja. Padahal, anggaran kunker berasal dari rakyat. Ia membandingkan besarnya dana tidak sebanding anggaran milik Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah.

“Bandingkan dengan anggaran untuk Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah yang hanya Rp 1,7 miliar per tahun. Padahal, Komisi Informasi keberadaannya sangat penting guna mendorong transparansi,” tambah dia.

Ronny menilai, kunjungan Ganjar tak lebih sekedar jalan-jalan, lantaran banyak agenda di 3 negara hanya seremonial. Misal, Gubernur bersama rombongan menghadiri acara peringatan 125 tahun kedatangan orang Jawa ke Suriname di Paramaribo dan kunjungan ke Museum Bronbeek di Belanda.

“Padahal, dalam acara bertajuk Indofair Suriname 2015 itu juga sudah dihadiri unsur pejabat tingkat pemerintahan pusat,” terangnya kesal.

Bahkan, di Belanda ternyata terdapat agenda pelantikan Ganjar sebagai Alumni KAGAMA UGM. “Ini sungguh ironis,” tanbah dia.

Sehingga, KP2KKN sepakat menentang ‘jalan-jalan’ Ganjar Pranowo dan meminta agar Gubernur lebih fokus kepada permasalahan daerah ketimbang harus mengadakan kunjungan serupa. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.