Sabtu, 21 Mei 22

Wah! 50 Persen ABK di Dunia Illegal Fishing Asal Indonesia

Wah! 50 Persen ABK di Dunia Illegal Fishing Asal Indonesia
* Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam konferensi pers ‘ASEAN Conference on Human Trafficking and Force Labor in Fishing Industry’ di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Senin (15/8/2016).

Jakarta, Obsessionnews.com – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan keprihatinanya soal banyaknya kapal-kapal asing penangkap ikan terlibat illegal fishing (penangkapan ikan ilegal ) yang mempergunakan anak buah kapal (ABK) dari Indonesia.

Menurutnya, ini didasari oleh karakter bangsa yang sangat baik dan bersifat sangat penurut sehingga orang asing sangat menyukai untuk memperkerjakan tenaga kerja asal Indonesia ini.

“Ini rentan dan sangat disukai dari hal perbudakan (force labor), dan masuk dalam sindikat human trafficking ini,” ujar Menteri Susi saat konferensi pers ‘ASEAN Conference on Human Trafficking and Force Labor in Fishing Industry’ di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Senin (15/8/2016).

Dari catatan, selama ini 250 ribu ABK, tetapi sebetulnya di dunia illegal fishing ada sekitar 750 ribu ABK. “Yang dikuatirkan 50 persen lebih adalah orang Indonesia,” katanya.

Tak heran International Organization for Migration (IOM) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Polri hari ini menggelar ‘ASEAN Conference on Human Trafficking and Force Labor in Fishing Industry’.

Pertemuan itu membahas isu perdagangan orang dan kerja paksa yang baru-baru ini banyak ditemukan pada industri perikanan di tingkat regional ASEAN.

Selain itu, Menteri Susi sangat konsentrasi bagi kesejahteraan para ABK tanah air. Pada 10 Desember 2015 lalu, Susi mengeluarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 35 Tahun 2015 yang akan menjamin HAM para ABK Indonesia. Di mana Permen tersebut disambut baik oleh kalangan ABK. (Popi Rahim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.