Senin, 27 September 21

Wafat Usia 62 Tahun, Suhardi Tak Pernah ke RS 27 Tahun

Wafat Usia 62 Tahun, Suhardi Tak Pernah ke RS 27 Tahun

Jakarta – Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Suhardi yang beberapa hari sempet dirawat di Rumah Sakit Pertamina lantaran penyakit yang diderita, akhirnya  menghembuskan nafas terakhir pada Kamis pukul 21: 31 malam.

“Innlilahi wa inna ilahi rojiun, Malam ini pukul 21.31 ketua umum dpp gerindra prof suhardi meninggal dalam usia 62 tahun,” ujar Ahmad Muzani, Sekretaris Jendral DPP Partai  Gerindra di Rumah Sakit Pertamina, Jakarta, Kamis (28/8/2014).

Muzani mengatakan beliau wafat didampingi bersama tiga orang anak, istri, dan ibunya. Muzani juga menyampaikan, Janzah malam ini sedang dimandikan, dkafani untuk diberangkatkan di kediaman beliau dikomp Pertanian Jatipadang.

“Selanjutnya akan disemayamkan aula dpp gerindra Jaksel,” tuturnya.

Jenazah, lanjutnya, akan dimakam di komplek pemakaman Gajah Mada Jogjakarta dan besok ketum Dewan Pembina Gerindra, Prabowo Subianto akan melepas jenazah dari kantor DPP Gerindra. Oleh karena itu, kata Muzani, kepada masyarakat, kader simpatisan, diminta untuk hadir memberi penghormatan terakhir kepada ketum Gerindra.

“Karena beliau teladan bagi perkembangan demokrasi di indonesia,”ujarnya.

Sementara itu, Dokter Kesehatan Indonesia Raya DPP Grindra, Benny Oktavianus menyampaikan, dari segi kesehatan beliau sakit sejak minggu kedua bulan Juli, terjadi penurunan sejak 4 hari yang lalu, kondisnya sangat gawat sehingga memakai alat bantu napas.

“Hari ini makin menurun, tensi menurun, sudah makan obat-obatan, gunakan ventilator akhirnya pukul 21.30 beliau hembuskan nafas terakhir,” ujar Benny di RS Pertamina.

Benny menyampaikan, dua hari lalu kondisi sangat memburuk sampai dipasangi alat bantu nafas karena ada kelaian diparu-paru, namun sempat ada perbaikan. “Kemarin sadar total bisa menegenali kita, saat pak boediyono hadir beliau bisa merespon dengan baik, bisa menengok,”ungkapnya.

“Mulai jam 12 siang sudah menurun kan sudah dalam trapi maksmal, ventilator trapi jantung paru-paru tapi karena kondisi makin turun maka obat-obatan tidak bisa lagi. Memang sudah stadium akhir dari penyakitnya,”tambah Benny.

Wakil Ketua Umum DPP Gerindra, Fadli zon mengatakan fisik dari pak Suhardi sangat kuat, itu terlihat Suhardi tidak pernah kerumah sakit sejak 27 tahun. “Pak suhardi tidak pernah ke Rumah Sakit sejak 27 tahun, secara fisik kita mengenalinya kuat,” katanya. (Pur)

 

Related posts