Minggu, 25 Oktober 20

Waduh! Video Mesum Diduga Keponakan Prabowo Kembali Beredar

Waduh! Video Mesum Diduga Keponakan Prabowo Kembali Beredar
* Anggota DPR RI Aryo Djojohadikusumo. (Dok. DPR RI)

Jakarta, Obsessionnews.com – Video yang diduga mirip anggota DPR RI dan keponakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Aryo Djojohadikusumo, kembali beredar di dunia maya. Padahal video tersebut pada tahun 2017 pernah beredar dan telah dibantah oleh pihak keluarga.

Video mesum yang mirip Aryo ini berdurasi pendek. Terlihat  ada seorang pria dan dua wanita yang tidak mengenakan pakaian. Video yang beredar itu berjudul “aryodj di apartemen”.

Ketua DPP Gerindra Habiburokhman membantah bahwa pria yang berada di video tersebut adalah Aryo dan dia mengaku pernah meminta Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) untuk menghapus seluruh foto dan video yang dikait-kaitkan dengan Aryo.

“Dari tahun 2017 kita sudah minta ke Kementerian Kominfo untuk menghapus itu semua. Saya imbau ke masyarakat untuk tidak mendistribusikan video tersebut karena itu melanggar hukum UU ITE,” tegasnya kepada wartawan, Minggu (27/5/2018)

Video yang diduga mirip Aryo Djojohadikusumo. (Dok. istimewa)

Aryo yang menghabiskan pendidikan di luar negeri ini merupakan pria kelahiran Jakarta pada 25 April 1983. Selain terjun sebagai politisi, anak pertama dari tiga bersaudara, putra dari Hasyim Djojohadikusumo ini juga sebagai pengusaha, mengembangkan perusahaan keluarga mulai tahun 2008.

Berita tentang Aryo Djojohadikusumo menjadi trending topic di mesin pencari Google. Pantauan Obsessionnews.com di Google Trends wilayah Indonesia, Senin (28/5/2018) pukul 11.37 WIB, berita tersebut dicari lebih dari 20.000 kali. (Popi)

 

Baca juga:

Ini Awal Mula Video Mesum Bocah Viral di Medsos

Tiga Bocah Korban Video Mesum Harus Diselamatkan

Ini Enam Pelaku Pembuat Video Mesum Bocah dan Perannya

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.