Jumat, 27 Mei 22

Wabup Kebumen Ingatkan ASN Agar Tak Ikut Campur dalam Kegiatan Bisnis Investor

Wabup Kebumen Ingatkan ASN Agar Tak Ikut Campur dalam Kegiatan Bisnis Investor
* Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto saat memberikan pengarahan kepada para kepala desa se Kecamatan Buluspesantren. (Foto: Albar)

Kebumen, Obsessionnews.com – Wakil Bupati Kebumen, Jawa Tengah Arif Sugiyanto mengatakan, baik negara maupun daerah dimana pun pasti membutuhkan kerja sama dengan para investor. Namun ia menyatakan, penanaman investasi itu ada aturanya, tidak bisa seenaknya sendiri.

Menurut Arif, Investor dibutuhkan untuk bisa membangun wilayah dengan tujuan utamanya menjadikan masyarakat lebih sejahtera karena adanya pembangunan. Hanya saja, sebagai pemerintah, Arif mewanti-mewanti jangan sampai dikendalikan investor, bahkan ikut larut dalam permainan bisnis mereka.

“Kita tidak boleh intervensi terlalu jauh dalam kegiatan bisnis tersebut. Kegiatan bisnis yang dilakukan perusahaan, kita tidak boleh ikut campur di sana, karena akan terjadi penyalahgunaan kewenangan. Itu bahayanya,” ujar Arif saat menggelar pertemuan dengan para kepala desa se Kecamatan Buluspesantren, di Gor Sangubanyu, Rabu (20/1/2021).

Baca juga:  Bayar Listrik Sebulan Rp8 Miliar, Arif Sugiyanto Akan Ganti Lampu Kota dengan Energi Tata Surya

Siap pun kata Arif, pejabat atau ASN dari tingkat kabupaten, camat sampai desa tidak boleh ikut campur dalam permainan bisnis investor. “Contoh Pak Kades ikut bermain di situ, ikut tawar menawar, terjadi untung, dikantongi. Bisa jadi masalah ke depan,” tutur Arif menambahkan sebagai perumpamaan.

Pemerintah, ujar Arif, wajib memberikan pelayanan terbaik kepada investor, dengan mempermudah perizinan tidak mempersulit. Karena investor adalah mitra yang bisa diajak kerja sama untuk proses percepatan pembangunan di suatu negara atau daerah.

“Kita sambut investor dengan baik, permudah izinnya, tapi tidak perlu ikut campur dalam kegiatan bisnisnya,” jelas Arif.

Baca juga: Soal Vaksinasi, Arif Sugiyanto: Tak Mungkin Pemerintah Celakakan Rakyatnya

Calon bupati Kebumen terpilih ini menyingung persoalan investor karena ada kaitanya dengan rencana pembangunan perumahan ASN di Desa Sidomoro, Kecamatan Buluspesantren. Proses pembangunan perumahan itu diduga bermasalah, karena diawal belum ada perizinan, tapi sudah di launching, seolah semua prosedur dan tahapan sudah dilalui.

“Jadi yang saya dengar dari kepala desa, bahwa kegiatan perumahan itu sudah di launching. Tapi pembebasan lahan itu belum terjadi. Ini menjadi permasalahan sendiri, bahwa masyarakat resah,” ungkap Arif.

Setidaknya itu yang menjadi perhatian Arif, bahwa proses perizinan itu penting. Semua pembangunan tahapannya harus jelas, ada aturan yang harus diterapkan. Tidak hanya asal. Kebijakan ini kata dia, berlaku di semua tempat. Bahkan untuk kelas investor besar yang menanam sahamnya di negeri ini pun, berlaku aturan yang harus diikuti.

Baca juga: Jumlah Bantuan RTLH Akan Ditambah, Wabup Kebumen: Jangan Lagi Dipotong

“Agung Sedayu Group yang buat Ancol di Jakarta, perusahaan besar. Membuat izin perumahaan itu sudah ada lahannya. Baru dapat izin. Baru launching. Belum ada sejarahnya developer melaunching tanahnya belum dibeli. Ini adanya cuman satu, di akhirat mungkin,” ucap Arif yang disambut giat tawa oleh para Kades.

Adapun pembangunan perumahan ASN di Desa Sidomoro, selain diduga belum dapat perizinan, proyek ini juga diketahui bukan merupakan program pemerintah daerah, melainkan murni dari perusahaan swasta. ” Mengenai perizinan saya rasa belum. Karna seyogyanya sebagai prasarana dasar perijinan harus memiliki lahan memiliki studi dan lain lain,’’imbuh Arif.

Meski proyek perumahan tersebut bukan merupakan program pemerintah, namun bukan berarti tidak bisa dilanjutkan. Pihaknya menyatakan, tetap menyambut baik jika ada dari pihak investor ataupun pengusaha di Kebumen yang ingin membuat perumahan untuk ASN. Dengan catatan semua aturan ditaati.

‘’Kami tetap menyambut baik apabila ada investor yang masuk ke Kebumen, baik itu proyek perumahan, pegudangan maupun pabrik. Bahkan Kami akan memberikan kemudahan, baik dari segi perijinan maupun keamanannya,’’ jelasnya.

Perlu dikatahui, perumahan Griya Sidomoro Permai terletak di Desa Sidomoro, Kecamatan Buluspesantren terbatas hanya 500 unit. Harga yang ditawarkan sebesar Rp 250 juta. Untuk memiliki rumah di perumahan ini juga bisa cara dikredit dengan DP 0 persen dan angsuran mulai dari Rp 2,7 juta per bulan.

Perumahan yang diprakarsai KPRI Sumber Agung, Bank Jateng Cabang Kebumen dan PT Gunung Sari Cekatan, sebelumnya sempat mendapatkan penolakan sebagian warga. Warga menolak rencana penggunaan areal persawahannya dibangun perumahan untuk para ASN di luas tanah 11 hektar. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.