Kamis, 13 Agustus 20

Virus Corona, Italia Tutup Semua Sekolah 10 Hari

Virus Corona, Italia Tutup Semua Sekolah 10 Hari
* Masyarakat di Italia memakai masker

Setelah angka kematian korban wabah covid-19 terus bertambah, pemerintah Italia menutup semua sekolah selama 10 hari mulai Kamis (5/3/2020), dalam upaya menghambat penyebaran wabah virus corona.

Bahkan, semua kompetisi olahraga profesional termasuk pertandingan sepak bola Serie A Italia bakal dilangsungkan tanpa penonton selama sebulan. Virus corona telah menyebabkan 107 orang meninggal dunia di Italia, negara yang paling terdampak oleh wabah tersebut di Eropa.

Perdana Menteri Giuseppe Conte mengatakan layanan kesehatan bisa jadi kewalahan. Terdapat lebih dari 3.000 kasus virus corona di Italia, kebanyakan ditemukan di utara namun kasus juga dikonfirmasi di 19 dari 20 wilayah di negara tersebut.

Di seluruh dunia, sekitar 3.200 orang telah meninggal dunia akibat Covid-19 dan lebih dari 90.000 telah terinfeksi, sebagian besarnya di China, tempat virus tersebut pertama kali dideteksi akhir tahun lalu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejauh ini belum mendeklarasikan pandemi – epidemi yang menyebar ke seluruh dunia melalui transmisi lokal – namun pada hari Rabu, menteri kesehatan Jerman mengatakan virus corona baru ini telah memenuhi definisi pandemik.

“Situasinya berubah sangat cepat… Yang jelas ialah wabah ini belum mencapai puncaknya,” kata Jens Spahn.
Kasus telah dikonfirmasi di 81 negara, dengan Italia, Iran, dan Korea Selatan muncul sebagai hotspot di luar China.

Italia dilanda ketakutan
Italia menderita karena virus corona: kafe-kafe dan hotel-hotel sepi, sektor turisme di sini diperkirakan bakal merugi £6,5 miliar (Rp103 triliun). Kota lainnya di sebelah utara Milan bisa dikarantina setelah kasus di sana terus bertambah.

Namun langkah-langkah pengendalian sejauh ini gagal menghambat penyebaran — satu korban pertama telah jatuh di selatan Roma. Dan meskipun sang perdana menteri berusaha meyakinkan rakyatnya dalam pidato tadi malam, rasa takut akibat krisis ini semakin dalam.

PM Conte meminta semua warga Italia untuk ‘melakukan bagian mereka’. “Kita dalam perahu yang sama, siapapun yang memegang kemudi punya tugas untuk menunjukkan jalan, kita harus berusaha lebih keras, kita harus melakukannya bersama-sama,” ujarnya.

Menteri Pendidikan, Lucia Azzolina, berharap para siswa bisa kembali bersekolah secepat mungkin. “Saya berkomitmen untuk memastikan bahwa layanan umum yang esensial tersedia bagi semua murid, meskipun dari jauh,” ujarnya.

Media lokal mengatakan pakar kesehatan dan menteri kesehatan Italia mendukung langkah penutupan sekolah.

Angka kematian akibat virus corona di Italia melonjak sebanyak 28 orang, sehingga totalnya kini 107 orang, kata Badan Perlindungan Sipil pada hari Rabu. Kebanyakan pasien meninggal dunia berada di wilayah Lombardy sekitar Milan, dan wilayah utara dekat Bologna dan Venesia.

Langkah pengendalian awal, yang meliputi karantina 11 kota di dekat Milan dengan populasi 50.000 orang, gagal menghentikan penyebaran infeksi.
Pemerintah kini juga mempertimbangkan untuk menutup bioskop dan teater serta melarang acara publik, lansir kantor berita Reutes, mengutip draf surat keputusan pemerintah.

Dekret itu juga meminta warga Italia untuk menghindari pelukan dan berjabat tangan sebisa mungkin.

Selain Italia, negara yang telah menutup sekolah adalah China daratan dan Hong Kong, Jepang, Irak, dan Uni Emirat Arab telah menutup sekolah. Prancis juga telah menutup sekitar 120 sekolah di daerah-daerah dengan jumlah infeksi virus corona terbesar.

Baik sekolah dasar maupun menengah telah ditutup di daerah utara Paris tempat munculnya kumpulan terbesar kasus di Prancis dan merupakan tempat tinggal dua orang yang meninggal dunia karena virus. (BBC News Indonesia)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.