Kamis, 4 Maret 21

Varian Baru Covid-19 Bisa Dilawan Vaksin Moderna

Varian Baru Covid-19 Bisa Dilawan Vaksin Moderna
* Ilustrasi varian baru Covid-19. (Foto: Getty Images)

Vaksin virus Corona (Covid-19) buatan Moderna tampak mampu melawan varian baru virus corona yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan, kata para peneliti dari perusahaan farmasi Amerika Serikat.

Tes laboratorium awal menunjukkan antibodi yang dipicu oleh vaksin dapat mengenali dan melawan varian baru ini.

Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasi kebenaran ini melalui orang yang telah divaksinasi.

Varian baru ini telah menyebar dengan cepat di sejumlah negara.

Virus tersebut telah mengalami perubahan atau mutasi, sehingga dapat menginfeksi sel manusia lebih mudah dibandingkan virus corona versi awal masa pandemi.

Menurut para ahli, varian baru yang ditemukan di Inggris pada September lalu kemungkinan 70% lebih mudah menular.

Vaksin yang saat ini disuntikkan ke banyak orang dirancang berdasarkan virus masa awal pandemi. Tapi para ilmuwan meyakini mereka masih harus terus bekerja menemukan vaksin untuk melawan varian baru, meskipun kemungkinan hasilnya tidak cukup baik.

Sudah ada sejumlah hasil awal yang menunjukkan vaksin Pfizer berfungsi melindungi seseorang dari varian baru asal Inggris.

Dalam penelitian Moderna, para peneliti melihat sampel darah dari delapan orang yang telah menerima dua dosis vaksin Moderna.

Walau belum ditinjau ilmuwan lainnya, tapi temuan itu menunjukkan kekebalan tubuh yang muncul dari vaksin mampu mengenali varian baru.

Antibodi penetral yang diproduksi sistem imun tubuh menghentikan virus menginfeksi sel.

Sampel darah yang terpapar virus varian baru dari Inggris tampaknya memiliki antibodi yang cukup untuk mencapai efek menetralisir, meskipun tidak cukup kuat saat melawan varian Afrika Selatan.

Moderna mengatakan ini bisa berarti masa perlindungan tubuh untuk melawan varian baru dari Afrika Selatan bisa lebih cepat menghilang.

Prof Lawrence Young, ahli virus di Fakultas Kedokteran Warwick di Inggirs, mengatakan ini akan sangat mengkhawatirkan.

Moderna saat ini sedang menguji apakah pemberian suntikan ketiga lebih bermanfaat.

Seperti ilmuwan lainnya, perusahaan ini juga menyelidiki apakah merancang ulang vaksin untuk mengatasi varian baru akan lebih berfaedah.

Bos Moderna, Stephane Bancel, mengatakan perusahaan percaya bahwa “sangat penting bersikap proaktif pada saat virus terus bermutasi”.

Regulator Inggris telah menyetujui vaksin Moderna untuk digunakan pada tenaga kesehatan, tapi dosis sebanyak 17 juta yang sudah dipesan diperkirakan tidak akan tiba pada musim semi.

Vaksin ini bekerja dengan cara yang mirip dengan vaksin buatan Pfizer yang telah digunakan di Inggris.

Lebih dari 6,3 juta warga Inggris telah menerima dosis pertama vaksin Pfizer atau AstraZeneca. (Red)

Sumber: BBC News

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.