Rabu, 21 April 21

Vaksin Covid-19 Bisa Berdampak Buruk pada Kesuburan?

Vaksin Covid-19 Bisa Berdampak Buruk pada Kesuburan?
* Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Muncul kekhawatiran terkait dampak vaksin Covid-19 secara jangka panjang, salah satunya pada kesuburan.

Vaksinasi Covid-19 kini tengah gencar dilakukan di seluruh negara termasuk Indonesia. Sejumlah kelompok prioritas sudah mendapatkan vaksin, seperti tenaga kesehatan, pendidik, jurnalis atau pekerja publik.

Penelitian terkait vaksin sudah dilakukan sejak setahun lalu dan hasilnya vaksin terbukti aman dan efektif. Meski demikian, masih muncul kekhawatiran terkait dampak vaksin Covid-19 secara jangka panjang, salah satunya pada kesuburan.

Profesor Peter Collignon, seorang dokter Penyakit Menular dan ahli mikrobiologi di Rumah Sakit Canberra, Australia menjawab kekhawatiran tersebut. Menurutnya, terkait dampak buruk vaksin Covid-19 yang bisa menyebabkan masalah kesuburan dibutuhkan penelitian lebih lanjut.

“Data kehamilan akan terlihat dalam beberapa bulan ke depan karena akan ada cukup banyak wanita di luar negara lain yang akan divaksinasi ketika mereka tidak menyadari bahwa mereka hamil dan saya kira kita akan mendapatkan datanya,” kata Collignon, dikutip dari KidSpot.

Belum Ada Uji Klinik Detail
Profesor Collignon mengatakan dia akan lebih memperhatikan efek samping pada wanita hamil daripada vaksin COVID-19 yang mempengaruhi kesuburan. “Infertilitas berkaitan dengan pelepasan telur dari ovarium atau mungkin penyumbatan di saluran ovarium dan saya tidak dapat melihat (vaksin) alasan yang tepat,” ungkapnya.

Menurutnya, dibutuhkan penelitian lebih detail terkait dampak vaksin Covid-19 terhadap kesuburan. Kepastian hanya bisa didapatkan melalui penelitian berbasis sains.

“Saya tidak bisa mengatakan itu dengan kepastian 100 persen, saya tidak bisa mengatakan itu tentang apa pun,” ujar Collignon

Satu hal yang pasti, vaksin Covid-19 dari merek apapun hingga kini belum ada yang diperbolehkan untuk ibu hamil. Pasalnya, uji klinik belum dilakukan pada ibu hamil sehingga belum diketahui keamanan dan efektivitasnya.

Belum Ada Uji Klinik Detail
Profesor Collignon mengatakan dia akan lebih memperhatikan efek samping pada wanita hamil daripada vaksin COVID-19 yang mempengaruhi kesuburan. “Infertilitas berkaitan dengan pelepasan telur dari ovarium atau mungkin penyumbatan di saluran ovarium dan saya tidak dapat melihat (vaksin) alasan yang tepat,” ungkapnya.

Menurutnya, dibutuhkan penelitian lebih detail terkait dampak vaksin Covid-19 terhadap kesuburan. Kepastian hanya bisa didapatkan melalui penelitian berbasis sains.

“Saya tidak bisa mengatakan itu dengan kepastian 100 persen, saya tidak bisa mengatakan itu tentang apa pun,” ujar Collignon

Satu hal yang pasti, vaksin Covid-19 dari merek apapun hingga kini belum ada yang diperbolehkan untuk ibu hamil. Pasalnya, uji klinik belum dilakukan pada ibu hamil sehingga belum diketahui keamanan dan efektivitasnya. (Dream/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.