Sabtu, 20 Juli 19

Ustaz Fikri Haikal Zainuddin MZ Ingatkan Dukung Capres Jangan Fanatik

Ustaz Fikri Haikal Zainuddin MZ Ingatkan Dukung Capres Jangan Fanatik
* Ustaz Fikri Haikal Zainuddin MZ. (Foto: Ist)

Tangerang, Obsessionnews.com – Umat Islam diingatkan untuk bersikap wajar dalam mengikuti dinamika Pilpres 2019 dengan cara tidak fanatik dan berlebihan terhadap calon presiden (capres) yang didukungnya.

“Dukung boleh tapi sewajarnya saja. Jangan fanatik dan berlebihan. Fanatiklah hanya kepada agama kita saja. Karenanya, jangan saling hujat dan jangan saling caci maki. Ingat, orang yang kita cintai sekarang bisa saja besok menjadi kita benci. Begitu juga yang kita benci sekarang besok akan kita cintai. Kenapa? Karena Allah adalah Maha membolak balik hati seseorang,” tegas dai kondang Ustaz H Fikri Haikal Zainuddin MZ saat memberikan taushiyah pada Tabligh Akbar memperingati Isra Mi’raj 1440 H di Masjid Al Hidayah Wisma Harapan Alamanda, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (9/3/2019 ).

Hadir dalam Tabligh Akbar tersebut antara lain unsur pimpinan pemerintahan setempat yang didampingi Ketua Panitia H Dedi Suryadi.

Dalam siaran pers yang diterima obsessionnews.com, Minggu (10/3), dalam acara itu Fikri tak menampik jika dalam Pilpres akan memunculkan perbedaan di masyarakat. Tapi perbedaan itu, katanya, harus dikelola dengan baik. Sehingga perbedaan yang dikelola dengan baik akan memunculkan harmonisasi. Jangan sampai perbedaan justru merusak ukhuwah.

“Jangan sampai hanya karena beda pilihan kita pelotot-pelototan melulu sama temen. Emangnya kalau calon kita kepilih bakal kenal sama kita?” tandasnya disambut tawa ratusan jamaah.

Namun demikian Fikri meminta umat Islam juga jangan buta politik.

“Karenanya umat Islam jangan golput. Tanggal 17 April nanti datang ke TPS,” ajaknya.

Karena biar bagaimanapun, ujarnya lagi, kita harus punya pemerintahan untuk mengatur jalannya negara.

“Bersyukur kita punya pemimpin, punya pemerintah. Bisa bayangkan kalau negara tanpa pemerintah, pasti kacau,” ia memberi perumpamaan.

Lebih lanjut Fikri menjelaskan, bahwa konsep pemerintahan yang terdiri dari pemimpin dan rakyat, hakekatnya adalah nilai-nilai yang terkandung dalam solat.

“Nilai yang diajarkan lewat solat, selain komunikasi dengan Allah, juga terkandung tentang bagaimana hidup bermasyarakat. Ada imam dan ada makmun. Ada pemimpin ada rakyat. Saling butuh. Itu diajarin dalam solat,” tegasnya.

Karena itulah Fikri menilai memilih seorang pemimpin dalam pandangan Islam juga merupakan ibadah untuk sama-sama membangun bangsa dan negara. (′rud)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.