Rabu, 27 Oktober 21

Usir Freeport dari Bumi Indonesia!

Usir Freeport dari Bumi Indonesia!
* Aksi unjuk rasa anti PT Freeport Indonesia di jakarta.

Jakarta, Obsessionnews – Aksi unjuk rasa anti Freeport belakangan ini marak di berbagai daerah. Para demonstran mendesak pemerintah mengusir Frepoort dari bumi Indonesia. Semaraknya demonstrasi itu  terkait terbongkarnya kasus Ketua DPR Setya Novanto yang mencatut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden jusuf Kalla untuk perpanjangan kontrak Freeport. Setya juga disebut-sebut meminta saham Freeport agar proses perpanjangan kontrak perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) itu berjalan mulus. (Baca: Seandainya Semua Emas Freeport Dimiliki Indonesia (Bagian 1))

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said yang pertama kali secara resmi berani mengadukan perbuatan Setya kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Senin (16/11/2015). (Baca: Seandainya Semua Emas Freeport Dimiliki Indonesia (Bagian 2 – Selesai))

Kantor Freeport di Plaza 89, Jalan HR Rasuna Said,  Kuningan, Jakarta Selatan, menjadi sasaran unjuk rasa pada Kamis (26/11) lalu. Para demonstran yang tergabung dalam Solidaritas Untuk Pergerakan Aktivis Indonesia (Suropati) meminta pemerintah untuk tidak melanjutkan kontrak karya dengan Freeport. Mereka juga mendesak pemerintah untuk melakukan nasionalisasi aset negara. Dalam aksinya tersebut mereka membawa sejumlah karton yang bertuliskan ‘Usir Freeport dari Bumi Indonesia’. (Baca: Puluhan Ribu Netizen Tandatangani Petisi Pecat Setya Novanto)

Koordinator aksi, Aditya Iskandar, mengatakan Freeport sudah sangat lama berada di tanah Papua, yakni sejak 1967. Namun manfaatnya bagi rakyat sangat sedikit. Freeport sebagai tambang emas terbesar di dunia, hanya menyisihkan keuntungannya sebesar 1 persen bagi Indonesia. (Baca: Hendrajit: Freeport Berhasil Adu Domba Pemerintah dan DPR)

“Maka kami mendesak pemerintah untuk memutus kontrak dengan Freeport, dan mengusir mereka!” serunya. .

Sementara itu sebanyak 46 pembaca Obsessionnews.com atau 76,67% menginginkan PT Freeport Indonesia keluar dari Indonesia dalam polling bertajuk ‘Nasib PT Freeport di Indonesia?’ yang digelar situs berita ini sejak pekan lalu lalu. Sedangkan sebanyak 9 pembaca atau 15% menginginkan pembagian saham untuk pemerintah sebesar 90% dan Freeport 10%. Sementara sebanyak 5 pembaca atau 8,33% menginginkan pembagian saham 50% untuk pemerintah dan 50% untuk Freeport. (Baca: Mengurai Misteri Pertemuan Freeport)

Freeport menambang, memproses dan mengeksplorasi bijih yang mengandung tembaga, emas, dan perak di Kabupaten Timika, Provinsi Papua, lalu menjualnya ke seluruh penjuru dunia. Freeport mulai menancapkan bor-bor tajamnya pada 1967 lewat Kontrak Karya I yang direalisasikan pada tahun 1973. Lalu diperpanjang pada 1991 yang berlaku 30 tahun dan akan berakhir pada 2021.

Setidaknya tiap tahun Freeport mengangkut 1 juta ons emas. Dari jumlah ini lalu dikonversikan menjadi gram, kemudian dikalikan dengan jumlah tahun operasi (42 tahun) dan juga kurs emas, anggap saja nilainya Rp300 ribuan. Jumlahnya Rp 357 triliun! Ini hanya jumlah kasar saja dan bisa lebih banyak lagi kalau dihitung secara cermat.

Seandainya sejak awal perusahaan tambang terbesar di dunia itu dikelola sendiri  oleh Indonesia, mungkin rakyat Indonesia sudah tidak ada yang hidup dalam cengkraman kemiskinan. Mungkin tidak ada lagi yang mengemis  di jalanan. Hidup serba berkecukupan dan memenuhi rumah-rumah berbagai barang belanjaan.

Andaikata semua emas Freeport dimiliki Indonesia, bangsa Indonesia akan menjadi lebih kaya dari Brunei Darussalam. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.