Kamis, 25 April 24

Usamah Persilakan Kader Parmusi Berjuang di Jalur Politik dengan Bawa Misi Dakwah

Usamah Persilakan Kader Parmusi Berjuang di Jalur Politik dengan Bawa Misi Dakwah
* Ketua Umum Parmusi H Usamah Hisyam membuka Silaturahim Idul Fitri 1439 H dan Rakornas Jambore Nasional Dai Parmusi di Hotel Mercure Jakarta, Jumat, (6/7/2018) malam.

Jakarta, Obsessionnews.com – Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) H. Usamah Hisyam menegaskan, tahun ini akan menjadi puncak konsolidasi ormas yang dipimpinnya untuk mewujudkan dakwah sebagai sebuah gerakan.

Menurut Usamah, konsolidasi ini penting dilakukan setelah tiga tahun Parmusi melakukan transformasi paradigma dari political orientedmenuju dakwah oriented.

“Puncak konsolidasi itu akan ditandai dengan Jambore Nasional Dai Parmusi pada September 2018,” ujarnya saat membuka Silaturahim Idul Fitri 1439 H dan Rakornas Jambore Nasional Dai Parmusi di Hotel Mercure Jakarta, Jumat, (6/7/2018) malam.

Dikutip Obsessionnews.com dari muslimobsession.com, Sabtu (7/7), dalam acara tersebut Usamah mengungkapkan, pada tahun ini bangsa Indonesia tengah menghadapi tahun politik, baik Pilkada serentak maupun tahapan Pileg dan Pilpres 2019.

Oleh karenanya, Usamah mengimbau agar para kader tidak risau. Sebaliknya, seluruh kader harus meyakini bahwa paradigma baru itu merupakan jalan lurus.

“Saya persilakan kader Parmusi yang hendak melanjutkan karier politiknya. Teruslah berjuang di jalur politik dengan membawa misi dakwah, sementara Parmusi sebagai ormas Islam akan berpolitik melalui jalur dakwah,” ujar Usamah.

Arahan ini, imbuh Usamah, sesuai dengan cita-cita pendiri Masyumi, Mohammad Natsir, di era 1960-an. “Pada saat itu Pak Natsir mengatakan, ‘Kalau dulu kita berdakwah melalui politik, sekarang kita berpolitik melalui jalur dakwah’,” jelas Usamah.

Usamah lebih lanjut mengatakan bahwa perjuangan politik melalui jalur dakwah ini akan memperkuat esensi dari tujuan politik, yakni membangun kekuasaan.

“Teladan kita, Nabi Muhammad Saw. telah mencontohkannya. Beliau berdakwah dan akhirnya mampu membangun pondasi yang kuat bagi lahirnya sebuah negara, Madinah Al-Munawarah, hingga kemudian mampu mengubah peradaban dunia,” papar Usamah.

Adapun dalam Rakornas nantinya, terang Usamah, Parmusi akan membahas dua agenda penting. Pertama terkait persiapan Jambore, dan kedua terkait pemilihan kepemimpinan nasional.

“Agenda kedua ini penting untuk mendengarkan aspirasi dari daerah. Pada saatnya nanti Parmusi akan mengkaji, adakah paslon yang dapat diandalkan untuk diperjuangkan dalam rangka membuka ruang bagi terwujudnya misi dakwah Parmusi,” tandasnya.

Acara Silaturahim Idul Fitri dan Rakornas ini diikuti seluruh pimpinan wilayah Parmusi. Hadir juga sejumlah undangan, di antaranya Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) KH. Ahmad Shabri Lubis, perwakilan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), dan sejumlah tokoh nasional lainnya. (Fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.