Selasa, 21 September 21

Usai Coblos, Ini Harapan Tahanan KPK

Usai Coblos, Ini Harapan Tahanan KPK
* Mantan hakim konstitusi Patrialis Akbar melambaikan tangan usai mencoblos.

Jakarta, Obsessionnews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memfasilitasi para tahanannya untuk memberikan hak suara pada Pilkada DKI Jakarta Putaran 2. Sebanyak 8 tahanan dari 13 yang memiliki KTP DKI pun menyalurkan hak politiknya.

Pelaksaan pemungutan suara berlangsung, Rabu (19/4/2017), sekitar pukul 10.30 Wib di Gedung KPK Kav. C.1, Kuningan, Jakarta Selatan. Beberapa petugas dari KPPS, Pengawas Pemilu, Polisi dan Satpam mengawasi jalannya proses pemungutan suara.

Mantan hakim konstitusi Patrialis Akbar lebih dulu mencoblos. Selang berapa menit kemudian tiba mobil tahanan yang membawa sejumlah tahanan dari rutan lainnya. Mereka yakni Fahmi Darmawansyah, Andi Zulkarnaen Mallarangeng (Choel), Marisi Matondang, Ramapanicker Rajamohanan Nair, M Sanusi, M. Adami Okta, dan Andi Taufan Tiro.

“Siapapun menang berbuat terbaik untuk Jakarta, untuk kita semua,” ujar Choel usai mencoblos.

Harapan yang sama juga disampaikan mantan Ketua Komisi D DPRD M Sanusi. Politisi Gerindra ini menaruh harapan siapapun yang kelak terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta harus berbuat terbaik untuk masyarakat, serta yang paling utama yakni menciptakan suasana damai.

“Pokoknya yang terbaik buat Jakarta, yang damai,” katanya sambil menuju mobil tahanan.

Ke-8 tahanan ini sebelumnya terdaftar di TPS 19 Kelurahan Karet. Namun, KPK berinisiatif memfasilitasi sendiri para tahanannya untuk menggunakan hak suaranya di gedung KPK. Para tahanan lalu diberikan Formulir Model A.5-KWK Surat Pemberitahuan (Daftar Pemilih Pindahan).

“Biasa saja seperti putaran pertama tidak ada hambatan, jadi mereka belum ada punya keputusan hukum untuk hak politiknya dicabut,” ujar Ketua TPS 19 Kelurahan Karet Teguh Wahyono.

Usai mencoblos para tahanan kecuali Patrialis Akbar dibawa kembali menggunakan mobil munuju rutan dimana mereka ditahan. Selanjutnya hasil pemungutan suara ini akan dihitung secara keseluruhan mulai dari kelurahan, Kecamatan Kotamadya hingga KPUD Provinsi.

“Mereka masuk TPS 19 nanti digabung kita bawa ke kecamatan dihitung dan di bawa ke KPUD,” pungkas dia. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.