Rabu, 11 Desember 19

Untung Rugi Menggunakan BPJS Kesehatan dengan Asuransi Swasta

Untung Rugi Menggunakan BPJS Kesehatan dengan Asuransi Swasta
* Kartu BPJS Kesehatan. (Foto: (Dok Pribadi)

Jakarta, Obsessionnews.com – Tidak lama lagi iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di semua kelas bakal naik hingga dua kali lipat mulai 2020 mendatang. Ini artinya, peserta harus merogoh kocek lebih dalam dari iuran yang berlaku saat ini.

Peserta kelas I harus mulai merogoh Rp160 ribu per bulan mulai awal tahun depan, dari yang sebelumnya Rp80 ribu per bulan. Harga tersebut berlaku bagi peserta mandiri kelas I.

Untuk kelas II, kenaikannya dari Rp51 ribu per bulan menjadi Rp110 ribu per bulan. Kemudian, kelas III dari Rp25.500 per bulan menjadi Rp42 ribu per bulan.

Jika diliat secara rinci, iuran untuk peserta mandiri kelas I sudah mendekati tarif di perusahaan asuransi swasta. Misalnya ada salah satu perusahaan asuransi swasta yang menawarkan premi sebesar Rp3,6 juta per tahun untuk salah satu produk kesehatannya. Maka, bila dibagi per bulan, nasabah harus membayar Rp300 ribu per bulan.

Selisih dengan iuran BPJS peserta mandiri kelas I sekitar Rp140 ribu jika dibandingkan dengan iuran tahun depan. Padahal, sebelum kenaikan iuran, selisih iuran BPJS kelas I dan asuransi swasta sekitar Rp220 ribu. Perusahaan asuransi swasta tersebut menawarkan layanan rawat inap dan rawat jalan, santunan tunai harian, perlindungan jiwa, dan investasi.

Peserta yang ingin daftar minimal berusia 18 tahun dengan masa pertanggungan hingga usia 85 tahun. Selain itu, ada juga perusahaan asuransi yang menawarkan produk kesehatan dengan minimal premi Rp100 ribu per bulan.

Namun, manfaat yang didapat tertulis hanya penggantian biaya rawat inap di rumah sakit dan pengembalian 30 persen dari premi yang telah dibayarkan.

Kepala Departemen Investasi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Iwan Pasila mengungkapkan perusahaan asuransi swasta biasanya menawarkan produk yang mengutamakan kenyamanan bagi nasabah.

Hanya saja, iuran yang harus dibayarkan kadang lebih mahal dari BPJS Kesehatan. Kelebihannya nasabah dipastikan tak perlu menunggu lama untuk mendapatkan pelayanan.

 

 

Halaman Selanjutnya

Pages: 1 2

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.