Minggu, 19 September 21

Untuk Program Call Centre 119, Kemenkes Gandeng 10 Perusahaan Telekomunikasi

Untuk Program Call Centre 119, Kemenkes Gandeng 10 Perusahaan Telekomunikasi

Pelaksanaan MoU Kemenkes.(prattama)

 

Prattama

Jakarta-Sebanyak 10 perusahaan telekomunikasi melakukan MoU (Memorandum of Understanding) atau nota kesepahaman dengan Kementrian Kesehatan (Menkes) di Gedung Kemenkes Jl. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Penandatanganan ini dilakukan terkait dengan program Call Center layanan kesehatan 119 SPGDT (Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu).

Nomor kode akses 119 merupakan no telepon kegawatdaruratan bidang kesehatan, yang telah diberikan oleh Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kepkominfo) kepada Menkes sesuai surat Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) No. 486/M. KOMINFO/09/2012 tanggal 13 September 2012, perihal penetepan kode akses panggilan darurat 119.

“Kita memang berterimakasih dan sesuai surat keputusan Kominfo, kami memang harus membuka layanan telepon gawat darurat,” ujar Muhammad Awaluddin Direktur Enterprise & Wholesale PT Telekom.

Muhammad Awaluddin yang berpidato mewakili ke 9 provider lainnya juga menyetujui konsep dari sentralisasi no telepon layanan gawat darurat ini. “Dengan adanya 119 ini sangat membantu karena konsepnya sentralisasi,karena kalo pake kode area nanti malah repot dan mnyulitkan,makanya kami setuju dengan konsep sentralisasi ini,” katanya.

Ia juga mengatakan, sentralisasi layanan telepon bukanlah hal baru bagi PT Telkom, karena mereka pun sudah bekerjasama dengan pihak kepolisisan tentang layanan pengaduan masyarakat di nomor 110.

“Kami juga sebenarnya sudah memiliki layanan sentralisasi yaitu 110 dengan pihak kepolisian dan hingga saat ini kira2 kami bisa menerima 120 ribu call setiap hari,” jelasnya.

Untuk diketahui, ke sepuluh perusahaan telekomunikasi yang melakukan kerjasama dengan menkes yaitu, PT Telekomunikasi Indonesia tbk, PT Telekomunikasi Seluler, PT Indosat tbk, PT XL Axiata tbk, PT Smartfren Telecom, PT Bakrie Telecom tbk, PT Axis Telekom Indonesia, PT Smart Telcom, PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia tbk, PT Hutchinson 3 Indonesia tbk.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.