Rabu, 12 Agustus 20

UNSOED Raih Apresiasi Perlindungan Tanaman 2017

UNSOED Raih Apresiasi Perlindungan Tanaman 2017
* Prof.Ir.Totok Agung,DH.MP.PhD. dan Dr.Ir.Anisur Rosyad,M.S. (Dekan Fakultas Pertanian UNSOED),

Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto Jawa Tengah kembali mendapat pengakuan sebagai perguruan tinggi yang terdepan dalam menghasilkan varietas tanaman khususnya pangan yang memiliki Hak Perlindungan Varietas Tanaman. Hak Perlindungan Varietas Tanaman (hak PVT) adalah hak yang diberikan kepada pemulia dan/atau pemegang hak PVT untuk menggunakan sendiri varietas hasil pemuliaannya atau memberi persetujuan kepada orang atau badan hukum lain untuk menggunakannya selama waktu tertentu.

Perlindungan varietas tanaman adalah perlindungan khusus yang diberikan negara, yang dalam hal ini diwakili oleh Pemerintah dan pelaksanaannya dilakukan oleh Kantor Perlindungan Varietas Tanaman, terhadap varietas tanaman yang dihasilkan oleh pemulia tanaman melalui kegiatan pemuliaan tanaman.

UNSOED merupakan perguruan tinggi pertama yang mendapatkan hak PVT atas varietas unggul yang dihasilkannya. Mengungguli perguruan tinggi lain se-Indonesia dalam menghasilkan varietas tanaman yang memiliki hak PVT, UNSOED dalam hal ini Fakultas Pertanian UNSOED sebagai pemegang hak PVT dinilai oleh panitia seleksi tidak hanya mampu menghasilkan dan mendaftarkan varietas sebagai bentuk kepemilikan, akan tetapi mampu melaksanakan hak dan kewajiban sebagai pemegang hak PVT, khususnya bagi varietas yang telah dilindungi hak PVT dan telah dilepas sebagai varietas unggul nasional, yaitu Inpago Unsoed 1 yang dirakit oleh Prof.Dr.Ir.Suwarto,M.S. dan Prof.Ir.Totok Agung Dwi haryanto,MP.Ph.D. 

Sebagai pemegang Hak PVT atas varietas Inpago Unsoed 1, maka Fakultas Pertanian UNSOED berhak untuk menggunakan dan memberikan persetujuan kepada orang atau badan hukum lain untuk menggunakan varietas berupa benih dan hasil panen yang digunakan untuk propagasi. Inpago Unsoed 1 yang mendapat sertifikat Hak PVT pada tahun 2013 merupakan varietas unggul padi gogo nasional yang telah dilepas berdasarkan SK. Menteri Pertanian RI nomor 3165/Kpts/SR.120/7/2011, sehingga dapat diproduksi benih turunannya sebagai benih bina sesuai UU Republik Indonesia No.2 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman untuk kepentingan umum sesuai ketentuan, dan bersifat komersial.

Kewajiban pemegang hak PVT telah dilaksanakan oleh Fakultas Pertanian UNSOED, yaitu  menggunakan varietas, termasuk di dalamnya memproduksi atau memperbanyak benih, menyiapkan untuk tujuan propagasi, mengiklankan, menawarkan, menjual atau memperdagangkan dan mencadangkan sehingga benar-benar dapat dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kebutuhan masyarakat, khususnya petani lahan kering.

Penganugerahan Apresiasi PVT kepada Dr.Ir.Anisur Rosyad,M.S. (Dekan Fakultas Pertanian UNSOED)

Pengakuan publik terhadap keunggulan dan kemanfaatan varietas Inpago UNSOED 1 bagi masyarakat ini diperoleh dalam bentuk anugerah/award, diantaranya: Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa (AKIL) Kategori Perlindungan Varietas Tanaman tahun 2012 dari Kementerian Pertanian, Kementerian Hukum dan HAM, serta Kementerian Perdagangan dan Ekonomi Kreatif, 104 Inovasi Indonesia tahun 2012 dari Business Innovation Center (BIC), 20 Karya Unggulan Teknologi Anak Bangsa tahun 2015 dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Penghargaan Inovasi Pangan dan Pertanian tahun 2015 dari Presiden Republik Indonesia, dan MPPI Award tahun 2017 dari Masyarakat Perbenihan dan  Perbibitan Indonesia.

Penganugerahan Apresiasi Perlindungan Varietas Tanaman (Apresiasi PVT) tahun 2017 kepada Dekan Fakultas Pertanian UNSOED, Dr.Ir.Anisur Rosyad,M.S. oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Ir. Hari Priyono, M.Si dilaksanakan pada hari Rabu, 6  Desember 2017 di Gedung Samantha Krida, Universitas Brawijaya, Malang. Apresiasi PVT kepada perguruan tinggi, perusahaan dan petani pemulia didasarkan pada hasil seleksi ketat oleh Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP) selama beberapa bulan. Kekuatan penilaian bagi UNSOED selain pada kepemilikan, adalah pada pengembangan varietas sehingga dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat dan penggunaan sumberdaya genetik lokal dalam perakitannya.

Keunggulan Inpago Unsoed 1 yaitu berdaya hasil tinggi di lahan kering maupun di sawah, umur genjah, toleran kekeringan, nasinya pulen dan beraroma wangi mampu menarik antusiasme petani lahan kering untuk membudidayakan padi gogo, dan memperoleh peningkatan pendapatan karena hasil yang diperoleh menjadi lebih banyak dibanding padi gogo lainnya serta dapat memperoleh persediaan beras yang berkualitas karena nasinya pulen dan wangi. Jika dijual, harganya relatif lebih tinggi dibanding beras lain yang tidak beraroma wangi. Padi gogo aromatik menjadi solusi bagi peningkatan produksi padi dan Kedaulatan Pangan Indonesia.

Keunggulan Inpago Unsoed 1 diantaranya toleran kering, produksi tinggi di lahan kering (potensi hasil 7,42t/ha, padi gogo lain maks 5t/ha, lokal hanya sekitar 2,5 t/ha), aroma nasinya wangi dan rasanya pulen. Inpago Unsoed 1 mampu berproduksi tinggi di lahan-lahan marginal dengan ketersediaan air yang terbatas, seperti lahan tadah hujan, gogo rancah dan di sawah pada musim kemarau, potensial diintegrasikan dengan tanaman perkebunan. Inpago Unsoed 1 tahan terhadap penyakit blas ras 133 dan  wereng batang coklat biotipe 1.

Keunggulan-keunggulan ini menjadikan Inpago Unsoed 1 dimanfaatkan petani lahan kering untuk meningkatkan produksi di lahan-lahan marginal, baik secara monokultur di ladang-ladang perbukitan, lahan sawah tadah hujan dan lahan sawah yang tidak terjangkau aliran air irigasi sepanjang tahun. Saat ini Inpago Unsoed 1 telah terdistribusi dan dikembangkan di 26 provinsi di Indonesia, dari Aceh hingga Merauke.

Para Penerima Penganugerahan Apresiasi PVT.

Benih bersertifikat Inpago Unsoed 1 telah tersedia di pasar bebas (www.greatquality.id) diproduksi oleh PB. Great Quality Seed, PT. Amerta Indonesia, PT. Tidore Sejahtera, CV. Gemilang Karya Sentosa, Desa Mandiri Benih Gapoktan Sri Waluyo Tani Desa Karangtengah Kec. Kemangkon Kab. Purbalingga, dan kelompok-kelompok tani mitra penangkar benih binaan di Kab. Purworejo (P4S KSU Sidorejo), Kab. Banyumas, Kab. Cilacap (Kelompok Tani Rukun Tani, Desa Gandrungmanis dan Posluhdes Mernek), Kab. Sleman Prov. DIY (komunitas Padiku), Balai Benih Induk, balai benih dan UPT Perbenihan di provinsi maupun kabupaten  pada pemerintah-pemerintah daerah. 

Beras premium Inpago Unsoed 1 telah diproduksi dengan nama Beras Inpago Unsoed 1 oleh PB. Great Quality Seed Purwokerto dan beras premium merk Caping Gunung label hijau oleh  PT. BUMR Pangan Sukabumi. Kualitas beras Inpago Unsoed 1 sangat sesuai dikembangkan sebagai beras premium karena teksturnya pulen, rasanya enak dan aromanya wangi. Respon masyarakat terhadap hadirnya beras Inpago Unsoed 1 sangat positif, bahkan menjadi perhatian Presiden RI saat beliau meninjau produksi beras di PT. BUMR Pangan Sukabumi beberapa waktu lalu. Pengembangan Inpago Unsoed 1 dinilai telah mampu meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia melalui berkembangnya agroindustri yang berkembang dari kehadiran dan keunggulan varietas.

Inpago Unsoed 1 merupakan Varietas Unggul Baru Nasional yang dihasilkan dari pemanfaatan materi genetik lokal. Inpago Unsoed 1 merupakan hasil persilangan antara padi gogo lokal kultivar Poso yang memiliki daya hasil tinggi di lahan kering dan memiliki keunggulan berupa ketahanannya yang tinggi terhadap cekaman kekeringan. Tetua betina tersebut disilangkan dengan materi genetik lokal lainnya, yaitu padi sawah kultivar Menthik Wangi yang memiliki keunggulan daya hasil tinggi di lahan sawah dan kualitas hasil dan kualitas tanak yang tinggi, yaitu nasinya bertekstur pulen dan beraroma wangi pandan.

Perpaduan kedua sumberdaya genetik lokal tersebut menghasilkan varietas unggul baru dengan kombinasi sifat unggul keduanya, yaitu padi gogo aromomatik berdaya hasil tinggi di lahan kering maupun di sawah, umur genjah, toleran kekeringan, nasinya pulen dan beraroma wangi. Perpaduan karakter sumber daya genetik lokal menggunakan metode hibridisasi dilanjutkan dengan seleksi pedigri ini menghasilkan varietas unggul baru padi gogo yang belum pernah ada sebelumnya.

Apresiasi PVT kategori Perlindungan Varietas Tanaman tahun 2017 meneguhkan kiprah Fakultas Pertanian UNSOED yang memiliki visi menjadi fakultas yang memiliki keunggulan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau seni bertaraf internasional yang relevan dengan pengembangan bidang pertanian dan kearifan lokal yang berkelanjutan. Fakultas Pertanian UNSOED diakui tidak hanya sebagai perguruan pertama di Indonesia yang memiliki hak PVT bagi varietas unggul yang dihasilkannya, tetapi juga mampu memberikan kemanfaatan besar bagi pertanian Indonesia.

Purwokerto, 6 Desember 2017
Ir.Alief Einstein,M.Hum.
Koordinator Sistem Informasi Unsoed

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.