Minggu, 29 Januari 23

Ungkap Kasus Penipuan Umroh, Menag Bicara Kelas Sosial

Ungkap Kasus Penipuan Umroh, Menag Bicara Kelas Sosial
* Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin.

Jakarta, Obsessionnews.com – Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin mengungkap alasan mengapa belakangan ini marak terjadi kasus penipuan ibadah umroh. Menurutnya, kasus banyak terjadi karena kelas sosial masyarakat yang berangkat umroh mulai beragam.

“Dulu itu berumrah kalangan menengah atas, bukan menengah bawah karena kalangan bawah prioritas haji,” ujar Lukman di Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Lukman menjelaskan kasus penipuan terkait keberangkatan umroh sangat jarang terjadi lantaran sejak dulu. Sebab kelas menengah ke atas lah yang paling banyak berangkat ibadah. Sedangkan masyarakat kelas bawah saat itu lebih ingin beribadah haji.

“Mengapa 5-6 tahun ini baru terasa persoalan? Ini implikasi keterbatasan kuota haji,” tandasnya.

Lukman melanjutkan bahwa sejak dulu ibadah haji tak perlu menunggu antrean karena belum ada pembatasan kuota. Namun saat ini, ada kuota haji. Jadi, banyak kalangan menengah ke bawah yang memilih berumroh. Saat kalangan menengah atas yang berangkat umroh, sangat jarang terjadi masalah.

“Konsumen umrah masyarakat menengah atas relatif tak ada persoalan. Menengah atas cenderung edukatif, tidak mudah dijadikan objek penipuan,” kata dia.

“Kemudian masyarakat menengah bawah, tentu segala hormat saya, pengalamannya tak seperti masyarakat menengah atas. Maka, oleh sekelompok kalangan, jadi menggiurkan bisnis. Itu jadi industri tersendiri,” tambah Lukman. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.