Jumat, 22 Januari 21

Unggah Foto Palsu Tentara Bunuh Anak, China Dituntut Australia

Unggah Foto Palsu Tentara Bunuh Anak, China Dituntut Australia
* Scott Morrison. (Foto: EPA)

Australia menuntut China meminta maaf karena mengunggah foto palsu yang menggambarkan seorang tentara Australia membunuh seorang anak Afghanistan.

Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan Beijing harus merasa “sangat malu” karena membagikan foto “memuakkan,” yang diunggah oleh juru bicara kementerian luar negeri China, Lijian Zhao.

Namun salah seorang kolega Zhao mengatakan Australia harus memusatkan perhatian pada hukuman terhadap tentara dan bukan mengkritik pihak lain.

Ketegangan ini muncul di tengah memanasnya hubungan dagang antara kedua negara menyusul seruan Australia untuk penyelidikan asal usul virus corona.

Foto yang diunggah itu mengacu pada dugaan kejahatan perang oleh tentara Australia, pembunuhan warga sipil dan tahanan.

Peringatan: Artikel ini berisi foto yang dapat menyebabkan sejumlah pihak tak nyaman.

Pada bulan November ini, satu laporan menyebutkan menemukan “informasi yang dapat dipercaya” bahwa 25 tentara Australia terlibat dalam pembunuhan 39 warga sipil dan tahanan Afghanistan antara tahun 2009 dan 2013.

Temuan oleh Australian Defence Force (ADF) atau Pasukan Pertahanan Australia itu memicu kecaman dan tengah diselidiki oleh polisi.

Apa yang menyebabkan kemarahan?
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Ljian Zhao mengunggah foto yang dibuat sendiri menggambarkan seorang tentara Australia dengan pisau berdarah di dekat seorang anak. Anak itu terlihat memegang domba.

Gambar ini mengacu pada laporan tuduhan terhadap pasukan khusus Australia yang menggunakan pisau untuk membunuh dua remaja Afghanistan berusia 14 tahun. Media Australian Broadcasting Corporation menyebutkan bahwa laporan ADF tidak memperkuat tuduhan-tuduhan itu.

Namun ADF menemukan “bukti kredibel” terjadinya pembunuhan semena-mena dan “budaya pejuang” di kalangan pasukan khusus.

Tuduhan itu termasuk tentara yunior didorong untuk membunuh tahanan sebagai orang pertama yang mereka bunuh.

Dalam cuitannya Zhao menulis, “Terkejut atas pembunuhan warga sipil dan tahanan oleh tentara Australia. Kami dengan keras mengecam tindakan itu dan menyerukan agar mereka diminta pertanggung jawaban.”

Australia meminta unggahan di Twitter itu dicabut dan disebut sebagai “salah informasi”. Morrison menggambarkan unggahan itu “sangat memuakkan, sangat menyinggung, dan sangat memalukan.”

“Pemerintah China harusnya sangat malu atas unggahan yang merendahkan mereka di mata dunia,” katanya.

“Unggahan itu foto palsu dan mencerca pasukan pertahanan kami.”

Ia juga menambahkan bahwa Australia tengah membentuk proses transparan dalam investigasi kejahatan perang, seperti yang diharapkan dalam negara “demokrasi liberal”.

Morrison juga mengakui bahwa ada ketegangan antara dua negara namun menyebutkan, “Tapi caranya bukan seperti ini untuk menanganinya.”

Morrison juga memperingatkan Beijing bahwa negara-negara lain di dunia menyaksikan tindakan mereka terhadap Australia. (Red)

Sumber: BBC News

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.