Kamis, 9 Desember 21

Undang Investor Dengan Sosialisasi Kepada Masyarakat

Undang Investor Dengan Sosialisasi Kepada Masyarakat
* Ir Wahyu Sofyan Kepala Bidang Penanaman Modal BPMP Kab Subang.

Subang, Obsessionnews – Untuk mengundang investor pihak Pemerintah Kabupaten Subang melalui Badan Penanaman Modal dan Perijinan (BPMP) menerapkan metode memberikan penjelasan dan sosialisasi menjelang investor membuka usahanya di Subang.

Menurut Kepala BPMP, Hj. Elita Budiarty MSi, sebagaimana disampaikan Kepala Bidang Penanaman Modal, Ir Wahyu Sofyan MSi, dalam penjelasan pertama memberikan informasi mengenai berbagai potensi dan resiko yang akan dihadapi. Supaya menciptakan investasi yang menarik pihaknya memperluas pelibatan unsur terkait yaitu kepada masyarakat.

“Karena masyarakat yang akan merasakan manfaat dan dampak dari keberadaan perusahaan yang akan berinvestasi,” ujar Wahyu kepada Obsessionnews.com di ruang kerjanya, Senin (13/4/2015).

Ketika investor datang lalu dijelaskan lokasi yang akan dipergunakan. Sehingga investor memperoleh informasi yang tepat sebelum berinvestasi. Sebab ada hal-hal yang bisa menimbulkan masalah dikemudian hari. Seperti di zona serapan air dilokasi tersebut tidak boleh mengambil air tanah. Serta keberadaa UU yang mengatur tentang kewenangan ijin pengambilan air tanah bukan lagi kewenangan kabupaten tetapi provinsi. “Nah masalah seperti ini dikomunikasikan diawal,” tambah Wahyu.

Selanjutnya dalam rapat teknis diberikan penjelasan dari berbagai pihak. Diantaranya mengenai ketenagakerjaan yang dijelaskan oleh Dinas tenaga kerja dan Transmigrasi Kab Subang. Berupa penjelasan dari rekrutmen sampai tenaga diberhentikan. “Itu ‘kan ada aturan-aturannya,” ujarnya menambahkan.

Kemudian soslisasi dengan melibatkan unsur terkait luas yaitu kepada masyarakat karena masyarakat yang akan merasakan manfaat dan dampak dari keberadaan perusahaan yang akan berinvestasi. Dilakukan dalam sosialisasi yang melibatkan unsur masyarakat yang terdampak langsung dari kegiatan usaha diantaranya RT/RW, lembaga Pemberdayaan masyarakat (LPM), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Karang Taruna, Camat, Koramil dan Polsek.

“Harapan masyarakat sepanjang rasional saling menguntungkan antara masyarakat dan perusahaan kenapa tidak? Artinya investasi ketika menunjukkan banyak manfaat daripada mudhorotnya, kenapa tidak dukung?” ujar Wahyu menjelaskan.

Ketika ada harapan-harapan dari kedua belah pihak dituangkan secara tertulis dalam bentuk Nota Kesepahaman (MoU/Memorandum of Understanding) dengan semangat win-win solution.

Inilah perubahan yang dilakukan pemerintah Subang dalam memberikan rasa aman sejak awal. “Apabila dulu cukup dengan rapat teknis dengan instansi terkait, sekarang melibatkan dengan masyarakat melalui sosialisasi,” ujarnya lagi.

Gairah Investasi Sejak 2008
Masuknya investasi ke Subang, kata Wahyu, sejak tahun 2008 sampai 2013 mengalami trend meningkat dengan dominasi investor Korea Selatan disektor garment sekitar 30 perusahaan dengan penyerapan tenaga kerja penyerapan 30 ribuan tenaga kerja.

Investor Korea Selatan, kata Wahyu lebih ke padat karya. “Mereka itu posisi bisnisnya ke sektor garment, khususnya di Subang, ya. (Mereka) belum ke manufaktur atau lainnya,” ujarnya.

Sampai tahun 2015 ada sekitar 14 perusahaan dalam proses perijinan dan proses pembebasan tanah. PMA yang ada di Subang diantaranya Korea Selatan, Amerika, Jepang dan Prancis. (Teddy Widara)

INVESTASI di KABUPATEN SUBANG

TahunJumlahNilai InvestasiTenaga Kerja
PMAPMDNPMAPMDNPMAPMDN
200811Rp 16.525.923.913Rp 20.469.931.31015714
200952Rp 123.667.886.960Rp 48.952.103.0855.816210
201041Rp 107.259.480.000Rp 15.203.850.0003.692157
20118Rp 339.000.000.00011.800
201275Rp 1.306.000.000.000Rp 116.600.000.0005.200413
2013720Rp 405.984.960.000Rp 1.102.674.571.5203.829447
2014225Rp 45.000.000.000Rp 1.500.650.000.0001.2003500

Sumber: BPMP Kab Subang

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.